Mahasiswa Solo Tuntut UN 2010 Menjadi yang Terakhir

18 Maret 2010 Berita Pendidikan


SOLO-MI: Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah, menuntut pemerintah untuk menjadikan ujian nasional (UN) 2010 sebagai yang terakhir kali dilakukan.
Mereka menilai metode penilaian secara instan itu selain berpeluang memicu kecurangan,juga tidak berdampak banyak terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Tuntutan tersebut mereka sampaikan dalam sebuah unjuk rasa damai di Bundaran Gladag, Solo, Rabu (17/3) siang.
"Ujian nasional sebentar lagi akan dilaksanakan. Seperti yang sudah-sudah pasti banyak ditemukan kecurangan. Kami menuntut ini menjadi yang terakhir kalinya," kata koordinator aksi, Arip Budhi Hermawan dalam orasinya.
Unjuk rasa juga diikui mahasiswa yang berasal dari Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia (IMAKIPSI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP). Mereka membentangkan puluhan poster, antara lain berisi kecaman atas UN yang mereka nilai cacat hukum dan terkesan terlalu dipaksakan.
"Mahkamah Agung tidak pernah mengizinkan pelaksanaan UN. Tetapi Menteri Pendidikan Nasional tetap memberlakukan kebijakan dengan alasan telanjur menyiapkan biaya Rp590 miliar," kata Sekjen IMAKIPSI Wachid Yahya disela-sela aksi.
Oleh sebab itu, ujarmya, UN tahun ini harus menjadi yang terakhir. Sebagai konsekuensinya, pemerintah dan seluruh pihak yang terkait harus betul-betul mengawalnya supaya bisa berlangsung jujur.
"Jangan jadikan metode instan ini ajang kecurangan, sehingga soal ujian tidak perlu lagi dikawal kepolisian, karena itu justru mencoreng wajah pendidikan," pungkas Wachid. (FR/OL-01)Sumber: mediaindonesia.com