Mahasiswa Ikuti KKN Tematis Mulai Tahun 2010

14 Januari 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA, KOMPAS.com-Upaya percepatan pembangunan daerah tertinggal dinilai berjalan lamban karena terganjal faktor minimnya sumber daya manusia. Padahal dari survei Badan Pusat Statistik per Agustus 2008, sebenarnya tersedia 12,59 persen SDM yang berpotensi yakni pengangguran dengan gelar sarjana dari 9,39 juta jumlah keseluruhan pengangguran terbuka.

Untuk mengatasi kedua hal itu sekaligus, Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal akan mulai melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematis pada tahun 2010 bekerja sama dengan dua perguruan tinggi negeri, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Airlangga. Melalui program KKN Tematis ini, mahasiswa yang mengikuti KKN diharapkan terdorong kembali ke daerah se telah lulus kuliah.

Menteri Negara Pemberdayaan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini menilai keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan daerah tertinggal penting karena mahasiswa adalah agen perubahan yang diharapkan dapat menggerakkan masyarakat di daerah berbekal berbagai ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus.

"Mahasiswa diharapkan kembali ke desa untuk menerapkan ilmunya dan mengembangkan inovasi atau penemuan di daerah-daerah tertinggal," kata Helmy ketika bertemu perwakilan organisasi mahasiswa dan pemuda dalam acara Ngobrol Bareng Menneg PDT bertema Sarjana Pulang ke Desa, Rabu (13/1) di Jakarta.

Setelah menandatangani nota kesepahaman, tim dari kedua PTN dan kementerian pembangunan daerah tertinggal (KPDT) kini tengah menyusun program-program yang akan dibekalkan kepada mahasiswa untuk dipraktikkan di daerah. Untuk UGM saja, menurut rencana akan ada 6.000 mahasiswa yang mengikuti program KKN tahun 2010. " Intinya, KPDT butuh sukarelawan mendampingi masyarakat dalam pelaksanaan program percepatan pembangunan daerah tertinggal," kata Helmy.

Jika program KKN Tematis berhasil, diharapkan akan ada desa-desa binaan yang bisa menjadi percontohan dan inspirasi bagi daerah lain terutama daerah tertinggal. Sampai saat ini masih ada 123 kabupaten (62 persen) di kawasan Indonesia timur, 58 kabupaten (29 persen) di Sumatera, 18 kabupaten (9 persen) di Jawa, dan 18 kabupaten (9 persen) di Bali yang tergolong daerah tertinggal.

Dalam sesi diskusi, setiap perwakilan organisasi mahasiswa dan pemuda mengingatk an pemerintah untuk tidak hanya menjadikan mahasiswa menjadi objek tetapi subjek. Selain itu mereka juga meminta pemerintah serius melaksanakan berbagai program dan tidak hanya memberi janji-janji manis.

sumber: kompas.com