Lulusan-Lulusan Kita Belum Siap Kerja

14 Juli 2011 Berita Pendidikan


DEPOK - Banyak pekerja Indonesia dari lulusan universitas belum siap menghadapi persaingan global. Bahkan, tingkat penyerapan lowongan kerja di bawah 10 persen pada 2010 lalu.

Hal ini dikatakan Rene Suhardono, seorang career coach di acara workshop "A Step To Global Confidence" yang digagas Rexona di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Rabu (13/7/2011). Umumnya, persoalan lulusan baru perguruan tinggi di Indonesia memiliki kekurangan di tiga hal, yakni kepercayaan diri, daya pikir divergen, serta kemampuan berkomunikasi.

Padahal, lanjut Rene, di era globalisasi ini persaingan pencari kerja bukan hanya antarsesama warga Indonesia. Tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia saja saat ini tercatat sekitar 50.000 orang. Persaingan itu semakin berat ketika diterapkannya Asean China Free Trade Agreement (AC-FTA).

Ratih Ibrahim, psikolog pendidikan, mengatakan persaingan terbesar generasi muda masa kini adalah persaingan global. Untuk mencapai kesuksesan, diperlukan modal yakni kepercayaan diri, mimpi, passion, dan sikap.

Mahasiswa juga perlu membekali diri mereka dengan 3 B, yakni Brain, Beauty dan Behavior. Untuk itu, dari sejak bangku kuliah, mahasiswa haruslah dipersiapkan dengan segala hal yang berhubungan dengan dunia kerja sehingga nantinya akan menjadi pekerja siap pakai, intelektual, dan kompetitif dengan para pekerja asing. Dukungan pendidikan yang terbaik, keterampilan yang mumpuni dan kepercayaan diri akan menghasilkan para mahasiswa yang siap terjun ke dunia kerja.

Satria utama, Senior Brand Manager Rexona, PT Unilever Tbk, mengatakan kegiatan road show ke kampus akan dilanjutkan juga ke kampus-kampus terkemuka di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak pemuda Indonesia percaya diri dalam menghadapi persaingan global.

Sumber: kompas.com