Berita Pendidikan
13 November 2009

LPTK Dipandang Kelas Dua

Pemimpin lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) se-Indonesia pada pertemuan di Quality Hotel Gorontalo, baru-baru ini, mengajukan beberapa rekomendasi ke Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas).

Mereka antara lain Rektor UNY Yogyakarta, Unnes Semarang, UNJ Jakarta, UPI Bandung, UNM Makassar, Unesa Surabaya, Undiksa Singaraja, UNG Gorontalo, Unram Mataram, UNP Padang, dan Unimed Medan.

Rektor UNY Dr Rochmat Wahab MA menyatakan ada tiga hal yang jadi perhatian mereka, yaitu revitalisasi LPTK, sertifikasi guru, dan hasil Konaspi.

Berkait dengan revitalisasi LPTK, mereka merekomendasikan perubahan status IKIP negeri menjadi universitas hendaknya disertai perubahan perlakuan. Sebab, umumnya LPTK masih dipandang sebagai perguruan tinggi kelas dua.

Karena itu, perlu perhatian lebih serius terhadap peningkatan kualitas LPTK. Sebab, itu sangat berkait dengan kualitas pendidikan secara nasional, baik di tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, maupun pendidikan luar sekolah (PLS).

Dia mengemukakan perlu pula perhatian lebih serius terhadap prasarana dan sarana pendidikan di LPTK berkenaan dengan pengelolaan proses pembelajaran yang lebih efisien dan efektif.

Mereka juga meminta LPTK diberi peluang lebih besar, sehingga bisa menjadi pusat pemikiran pengembangan model pembelajaran yang aktif, kreatif, dan inovatif.
Tugas Tambahan Para rektor itu, kata dia, menyatakan LPTK perlu diberi tugas tambahan dalam penelitian dan pengembangan model pendidikan karakter bangsa.

Adapun dalam sertifikasi guru, perguruan tinggi pelaksana perlu dikaji. Sebab, dalam beberapa kasus, ada perguruan tinggi tak membina program studi A diberi wewenang memberi sertifikat program studi A.

Karena itu, perlu pengkajian kembali pelaksanaan sertifikasi melalui fortofolio. Sebab, kenyataannya jalur itu kurang memberikan nilai tambah dalam peningkatan profesionalisme guru.

Juga perlu pengkajian kembali perencanaan dan pelaksanaan sertifikasi guru. Lebih baik Ditjen PMPTK menerbitkan prosedur operasional standar. Selain itu, perlu kesatuan pandangan dalam perencanaan dan penggunaan anggaran untuk sertifikasi guru.

Berkait dengan hasil Konaspi, para pemimpin LPTK mengharapkan hasil itu jadi acuan dalam perencanaan dan pelaksanaan pendidikan nasional. Kami berharap hasil Konaspi jadi acuan dalam pembinaan institusi pendidikan khususnya LPTK, katanya. (P12-53)

Sumber: Suaramerdeka.Com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Karir Iklan Baris