Listrik Byarpet, Belajar Memble!

9 November 2009 Berita Pendidikan


AMBON, KOMPAS.com Tidak semua lembaga pendidikan di Ambon memiliki genset sehingga dampak pemadaman listrik terkait krisis listrik dirasakan mengganggu dunia pendidikan.

Wali Kota Ambon Jopi Papilaja memprihatinkan kebijakan PLN Cabang setempat yang melakukan pemadaman listrik sehubungan dengan krisis listrik. "Kegiatan pendidikan memang terganggu, terutama saat belajar di rumah pada malam hari sehingga para siswa diimbau memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan menyesuaikan jadwal pemadaman bergilir," katanya di Ambon, Senin (9/11).

Jopi prihatin, kegiatan praktik di sekolah yang berkaitan dengan pelajaran, baik yang memanfaatkan komputer maupun peralatan elektronik lainnya, juga terganggu. Tidak semua lembaga pendidikan memiliki genset.

"Pemkot tidak bisa berbuat banyak karena saat ini terdapat sekitar 300 sekolah, sedangkan permasalahan krisis listrik baru berlangsung sekitar tiga bulan terakhir sehingga tidak bisa diakomodasi pada APBD 2009 untuk pengadaan genset," katanya.

Oleh karena ini, Jopie mengimbau komite sekolah bisa membantu penyediaan genset. Hal itu dipandang perlu guna mendukung kegiatan praktik para siswa.

"Peran serta orangtua murid dalam mengatasi krisis listrik yang mudah-mudahan pada akhir 2009 bisa teratasi sangat dibutuhkan sehingga para siswa bisa melakukan praktik dengan baik," kata Wali Kota.

Pihaknya telah membahas masalah krisis listrik dengan Kepala PT(Persero) PLN Cabang Ambon Hairil Anwar pada 6 November 2009 dengan meminta memberikan pengumuman kepada masyarakat tentang pemadaman listrik setiap tiga hari atau seminggu sekali, khususnya di wilayah yang terjadi pemadaman sehingga masyarakat dapat mengantisipasinya termasuk untuk mencegah kerusakan pada peralatan elektronik.

"Pemadaman pun tidak boleh pilih kasih dan harus merata. Jangan karena banyak rumah pejabat di wilayah itu, kemudian aliran listriknya tidak dipadamkan," katanya.

Sumber: edukasi.kompas.com