Latih Anak-Anak Merakit dan Memrogram Robot

10 Oktober 2011 Berita Pendidikan


GRESIK - Dunia robotik bukan lagi dominasi ilmuwan. Seluk beluk soal robot bisa mulai dikenalkan kepada anak-anak sejak dini sebagai bagian dari teknologi mutakhir dan teknologi masa depan. Upaya yang dirintis SD Muhammadiyah Manyar Kabupaten Gresik, Jawa Timur, telah membuahkan hasil.

Sejumlah siswa yang masuk kelas robotik sudah pintar merakit, memrogram, dan menjalankan robot. Bahkan dalam Indonesia Information Communicatian Technology Award (Ina ICTA 2011) dua tim dari sekolah tersebut berhasil meraih satu medali emas dan satu perak untuk kategori maze solving robot pada 4-5 Oktober lalu. Peraih medali emas adalah Rizald y Farhananda, M Imanullah, Amelia Andin Meida, sedangkan peraih medali Perak adalah Shinta Ayu Rizki Habibah, M Rizki Romdhoni, dan M Syarifuddin Nafis.

Kepala SD Muhammadiyah Manyar, Fadloli Aziz menjelaskan, sekolah punya kelas robotik sejak dua tahun lalu dengan bimbingan dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Siswa mulai ikut kelas robotik sejak kelas IV, masing-masing jenjang 15 siswa. Para siswa bisa belajar merakit, memrogram dan menjalankan robot. "Awalnya dicari siapa yang minat di kelas robotik, karena peminatnya banyak akhirnya diseleksi setiap jenjang 15 siswa," ujar Aziz.

Pada Sabtu (8/10/2011) kemarin, sejumlah siswa mendemonstrasikan pembuatan robot mikro jenis line cross er dan menjalankannya. Salah seorang siswa, Shinta menuturkan setelah robot mikro dirakit, robot bisa dicoba di lintasan.

"Agar robot bisa melaju di lintasan sesuai yang diinginkan, apa lurus, belok ke kiri ke kanan, atau putar arah diatur sesuai program komputer. Yang paling sulit saat me rakit dan memrogramnya. Kalau salah program bisa mogok," kata siswa kelas V itu.

Dia dan tim pernah menjadi juara I di DBL Arena Surabaya, dan juara II di Ina ICTA 2011. Dia sempat menangis saat robotnya jatuh dari lintasan. "Saya senang ikut kelas robotik. Saya ingin ikut lomba di tingkat internasional," ujarnya berharap.

Pembina robotik, dari PENS ITS Mobet menjelaskan, saat ini robot bukan untuk kalangan ilmuwan saja. Robot perlu dikenalkan pada anak kecil agar tahu teknologi masa depan. Dia memulai mengenalkan teknologi robot yang sederhana jenis robot pengikut garis (line crosser). Jika ada garis lintasan bercabang banyak robot bisa memilih lintasan sesuai program computer yang dibuat anak-anak. Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 1 juta.

Menurut dia, mengajari anak-anak tentang robot butuh waktu dua bulan mulai merakit sampai robot berjalan di lintasan. Namanya juga anak-anak rasa ingin tahunya tinggi, tetapi kadang ada nakal khas anak-anak, sehingga perlu sabar. Kadang mereka tidak tahu bahan untuk membuatnya mahal, ee malah dibuat mainan bahkan dibanting, katanya.

Sumber: kompas.com