Lantaran Belum Bayar SPP, Ratusan Siswa SMA di Cirebon Terancam Tidak Ikut Ujian

2 Juni 2014 Berita Pendidikan


Mengingat bahwa pembayaran keuangan sekolah merupakan hal yang penting khususnya pembayaran SPP yang bersifat wajib bagi setiap sekolah. Karena alasan belum melunasi SPP ratusan siswa SMAN 1 Kota Cirebon bisa saja terancam tidak bisa mengikuti ujian sekolah. Pasalnya pihak sekolah tidak akan membagikan kartu ujian sebelum orangtua siswa melunasi pembayaran SPP dan uang gedung.

Salah satu orang tua siswa, Dian menyebutkan, dirinya geram karena kebijakan sekolah yang masih menerapkan uang SPP dan uang gedung. Padahal, menurutnya dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah daerah, seharusnya uang SPP dan uang gedung sudah tidak berlaku lagi.

Telebih di beberapa sekolah di Jawa Barat sudah tidak memberlakukan itu. Sehingga ia pun menanyakan kebijakan sekolah yang masih memungut uang SPP dan uang gedung. Bahkan untuk mengikuti ujian pun, kartunya ditahan.

"Saya tidak tahu bahasanya, apakah ditahan atau memang belum dibagikan, yang jelas ini bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang mewajibakan belajar, tapi kok masih ada sekolah yang seperti itu," tukasnya, kepada Radar Cirebon, Sabtu (31/5).

Dian kecewa atas adanya pungutan uang gedung tersebut. pasalnya, pengutan uang gedung tidak dibicarakan terlebih dulu dengan orangtua. Lebih lanjut Dian mengatakan bahwa uang gedung seharusnya sudah tidak ada dari tahun lalu. Tapi kemudian muncul lagi tahun ini. Dian berpendapat seharusnya sekolah membuat terlebih dulu kesepakatan dengan orang tua jika mau menarik uang gedung.

Ia mengaku, anaknya tidak bisa mengambil kartu ujian sekolah. Padahal yang sudah membayar bisa mengambilnya. "Banyak juga yang masih ditahan," ungkapnya. Di SMAN 1 sendiri siswa dikenakan pembayaran SPP Rp.110ribu/bulan untuk warga kota, dan Rp.200 ribu untuk warga luar kota. Sementara untuk uang gedung dikenakan minimal Rp 3 juta.

Sementara itu secara terpisah pihak sekolah SMAN 1 Kota Cirebon membantah bahwa mereka menahan kartu ujian sekolah bagi siswa yang belum melunasi keuangan seperti dikatakan oleh Wakasek SMAN 1 Kota Cirebon, Drs Abdul Haris.

Ia menegaskan tidak ada upaya untuk menahan siswa untuk mengikuti ulangan semester. "Coba saja cek nanti saat pelaksanaan ujian, bila memang kami tahan, kalau pun tidak ada siswa pasti dia lagi sakit," tukasnya. Meski demikian, Haris menyebutkan seharusnya orang tua juga berpikir realistis. Apabila memang belum melunasi pembayaran uang SPP dan uang gedung, hendaknya segera membayarnya.

Sebagai sekolah eks-RSBI, SMAN 1 Kota Cirebon mengenakan biaya operasional sekolah lebih tinggi dari pada sekolah yang lain. Alasannya uang itu digunakan untuk biaya perawatan dan untuk mengikuti kompetisi serta kegiatan lainnya. Sementara itu pihak sekolah juga mengatakan bahwa dana BOS tidak dapat digunakan untuk hal ini.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari berbagai sumber)