Lagi, 1.000 Siswa Belajar di Lantai!

10 September 2009 Berita Pendidikan


Hampir 1.000 siswa-siswi SMP dan SMA/SMK di Kotabaru, Kalimantan Selatan, terpaksa belajar di lantai karena jumlah meja dan kursi yang ada di sekolah-sekolah tersebut tidak sebanding dengan jumlah murid yang ada.

"Dari 190 siswa kami, 40 murid di antaranya tidak memperoleh meja kurs. Mereka terpaksa belajar di lantai," kata Jayus Rianto, Kepala SMPN 1 Pulau Laut Barat, di Kotabaru, Kamis (10/9).

Selain siswa SMPN 1 Pulau Laut Barat, ratusan siswa SMPN dan SMAN di Pudi Kelumpang Utara dan beberapa daerah lain di Kotabaru juga tidak mendapatkan jatah tempat duduk. Mereka pun terpaksa belajar di lantai.

Sebagian siswa mengaku, saat belajar di lantai, mereka menemui banyak masalah, seperti sulit menulis, membaca, dan tidak dapat berkonsentrasi terhadap pelajaran yang disampaikan oleh gurunya. Jayus khawatir, jika hal ini dibiarkan berlarut akan memengaruhi daya serap siswa terhadap pelajaran yang diberikan.

Untuk menanggulanginya, sementara, Jayus mengaku terpaksa membeli kursi plastik dengan menggunakan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan meminjam meja dari perpustakaan.
"Tidak tahu, apakah keputusan yang kami ambil itu menyalahi aturan atau tidak, yang terpenting murid-murid kami bisa belajar dengan baik," katanya.

1.000 siswa tanpa meja


Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru H Rai Rajuni mengakui bahwa hampir 1.000 siswa-siswi SMP dan SMA di Kotabaru tidak kebagian tempat duduk dan meja belajar di sekolahnya. Mulai tahun pelajaran 2009/2010, jumlah siswa baru di setiap SMP dan SMA di Kotabaru menunjukkan lonjakan yang cukup signifikan sehingga hampir di setiap sekolah kekurangan meja dan kursi.

Pihaknya membenarkan bahwa setiap kepala sekolah dan komite sekolah menggunakan dana BOS untuk membeli kursi dan meja darurat. Menurut Rai, tidak mungkin pihaknya membelanjakan dana untuk alokasi lain, digunakan membeli meja dan kursi, karena hal itu akan menyalahi aturan sehingga jalan keluarnya menggunakan dana BOS yang telah didistribusikan melalui rekening di sekolah masing-masing.

"Jika kondisinya mendesak, dana BOS dapat digunakan untuk pengadaan meja kursi darurat," ujarnya.

Dia mengatakan, akan mengusulkan dana pengadaan meja kursi melalui APBN tahun anggaran 2010. "Jika itu tidak disetujui, (pihak sekolah) maka akan meminta dana APBD Kotabaru," katanya.

LTF/Ant

Sumber: Kompas.Com