Kurikulum Penentu Keberhasilan Pendidikan

3 September 2009 Berita Pendidikan


Selain peran serta guru, perpustakaan dan sarana lainnya yang memadai, kurikulum juga menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan.

Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof Dr Sukirno, di Medan, kemarin. Menurutnya, kurikulum merupakan perangkat mata pelajaran yang diberikan lembaga penyelenggara pendidikan tentang rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan.

Penyusunan perangkat mata pelajaran itu disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan. Kurikulum bertujuan mengarahkan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.

Dalam pelaksanaan pendidikan, kurikulum merupakan komponen utama yang berkaitan langsung dengan arah dan penentuan pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. Kurikulum bukan sebatas buku pedoman atau Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) atau silabus mata pelajaran, tetapi juga menyangkut arah dan filosofi pendidikan yang sedang dilaksanakan, ujarnya.

Untuk itu, tambah dia, pemahaman personel sekolah terutama guru terhadap kurikulum turut berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan pendidikan. Sayangnya, banyak hasil-hasil penelitian yang menemukan bahwa pemahaman guru terhadap kurikulum hanya sebatas meteri pelajaran, distribusi mata pelajaran atau GBPP.

Pemahaman seperti ini mengaburkan arti kurikulum dan membuat tujuan pendidikan dan pembelajaran menjadi kabur bahkan tidak pernah terjadi perubahan dalam proses pendidikan disekolah. Pengamat pendidikan dari USU, Zulnaidi MHum, mengatakan, kurikulum merupakan miniatur dari sistem pendidikan.

Proses pendidikan, menurut dia, tidak hanya dilaksanakan guru, tetapi mencakup semua personel kependidikan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan pendidikan dalam jalur sekolah. Tenaga kependidikan dalam hal ini mencakup kepala sekolah dan staf-stafnya, guru, tenaga bimbingan dan konseling, laboratorium, staf administrasi dan teknisi.

Semua tenaga kependidikan ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dan saling mendukung satu sama lainnya sesuai dengan fungsi dan posisinya. Setiap posisi mempunyai peran dan fungsi masing-masing terhadap pencapaian tujuan sekolah dalam upaya mencapai tujuan pendidikan nasional. (dik/ant)

Sumber: Harian Umum Pelita (pelita.or.id)