Kualitas Cetakan Soal UN Buruk

28 April 2011 Berita Pendidikan


JAKARTA - Pencetakan soal-soal ujian nasional dinilai masih bermasalah. Selain hasil cetakan soal yang buram dan tidak lengkap, di sejumlah sekolah terjadi kekurangan naskah soal UN.

Sayuti Aulia, Ketua Presidium Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB) Aceh, yang dihubungi dari Jakarta, Rabu (27/4/2011), mengatakan, para siswa di sejumlah SMP di Aceh mengejarkan naskah soal UN, yang difotokopi. Hasil fotokopian soal juga berkualitas rendah karena buram dan susah dibaca.

"Dari investigasi kami, soal-soal UN Bahasa Indonesia sudah difotokopi sehari sebelumnya, pada Minggu malam. Itu kan rentan kebocoran soal," kata Sayuti.

Menurut Sayuti, pemerintah daerah dan pusat harus bertanggung jawab terhadap penunjukan perusahaan percetakan yang tidak bertanggung jawab. Kondisi tersebut telah merugikan siswa.

Selain itu, para siswa menerima kunci-kunci jawaban lewat SMS. Ketika Kobar-GB Aceh menganalisis jawaban untuk soal paket 39 mata pelajaran Bahasa Indonesia, kunci jawaban nomor 1-10 yang beredar ke siswa ternyata benar. "Ini harus diselidiki dari mana kebocoran itu," ujar Sayuti.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional Mansyur Ramly mengakui adanya keluhan mengenai pencetakan soal yang bermasalah.

Dalam pantauannya langsung di sejumlah sekolah di Balikpapan pada Senin, naskah soal yang bermasalah itu misalnya ada halaman yang tidak tercetak. Dari soal nomor 9 langsung melompat ke nomor 15.

Sekolah langsung mengantisipasi dengan memberikan soal cadangan dan menambah waktu bagi siswa. Ada juga yang memfotokopi soal dengan diawasi langsung pengawas dari dinas pendidikan setempat.

Di Kalimantan Selatan dilaporkan, kertas yang digunakan untuk pencetakan soal UN tidak memenuhi syarat. Sementara dari Makassar dilaporkan lembar jawaban UN tidak sesuai kualifikasi yang bisa mengakibatkan tidak terbaca komputer.

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan M Aman Wirakartakusumah mengatakan, sumber-sumber masalah UN pada tahun ini masih banyak tentang kualitas pencetakan soal dan lembar jawaban UN. "Kami akan mengevaluasi masalah ini. Jangan sampai siswa dirugikan," kata Aman.

Sumber: kompas.com