Kota Pelajar Alami Krisi Kekurangan Guru Sekolah Dasar

9 Februari 2016 Berita Pendidikan


Memasuki usia pensiun di tahun 2016 ini, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta kini membutuhkan tambahan tenaga pengajar dan khususnya guru sekolah dasar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana, mengatakan bahwa ada kiranya sekitar 20 guru yang akan pensiun dan belum ada penggantinya sampai saat ini. Upaya juga terus dilakukan agar kekurangan tersebut tidak menganggu kegiatan belajar mengajar dengan salah satunya dengan memberdayakan guru yang berstatus tenaga bantu (naban).

Kondisi ini terjadi karena guru yang pensiun saat ini berstatus sebagai PNS dan moratorium penerimaan PNS mengatakan bahwa tidak ada pegawai baru yang diangkat termasuk guru.

Ironisnya, Yogyakarta yang mendapat predikat kota pelajar itu justru mengalami krisis kekurangan guru. Selain memberdayakan guru yang berstatus naban, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta juga berencana memanfaatkan tenaga yang selama ini bekerja di bagian tata usaha.

Tidak hanya itu, tenaga tata usaha (TU) yang memiliki latar belakang pendidikan sebagai pengajar juga akan dimintai bantuannya untuk mengajar.

Sebagai data statistik, Yogyakarta sendiri memiliki 89 sekolah dasar negeri dan lebih dari 100 sekolah dasar swasta. Total SD di kota tersebut tercatat 194 sekolah.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Yogyakarta Maryoto juga sempat menyinggung, bahwa kurangnya sumber daya manusia (SDM) juga dialami merata oleh instansi lain.

Menurut pencatatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, sebanyak 7.625 orang berstatus PNS yang di antaranya adalah seorang guru. Untuk mecapai indeks ideal, setidaknya Kota Yogyakarta masih membutuhkan sekitar tambahan 3.000 pegawai.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)