Korsel Pelajari Metode Pengarusutamaan Gender Indonesia

22 Agustus 2016 Berita Pendidikan


Korea Selatan tertarik mempelajari program pengarusutamaan gender yang dicetus oleh pemerintah Indonesia. Direktur Asia Pacific Women's Information Network Center (APWINC) Sookmyung Women's University Korea Selatan Myonghee Kimmengatakan Indonesia dinilai cukup sukses menggunakan konsep kesetaraan hak antara laki - laki dan perempuan sejak pendidikan usia dini (PAUD).

Kim membawa sejumlah mahasiswa dari Korsel saat acara Pelatihan Teknologi Informasi dan Kepemimpinan Perempuan yang diselenggarakan oleh UNESCO Unitwin di Universitas Pelita Harapan. Ia berharap mahasiswa - mahasiswanya bisa belajar dan berbagi pengalaman tentang program gender dan kepemimpinan.

Direktur Pembinaan PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ella Yulaelawati mengatakan pemerintah Indonesia sudah lama menjalankan program pengarusutamaan gender di beragam bidang. Seperti peran perempuan menjadi kepala daerah, CEO, anggota parleman, dan pejabat terus bertambah setiap tahunnya.

Direktorat Pembinaan PAUD telah menjalankan program "Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Anak Perempuan melalui PAUD Berbasis Masyarakat dan Pengarusutamaan Gender Sejak Dini" sejak tahun 2013. Program ini telah membuahkan hasil berupa kesetaraan partisipan anak laki - laki dan perempuan. Jumlah peserta didik perempuan di jenjang TK pada tahun lalu sebanyak 1.156.777 anak, sedangkan peserta didik laki - laki berjumlah 1.396.523 anak.

Tak sampai itu saja, program itu pun diberi penghargaan Prize for Girl’s and Women’s Education 2016 oleh UNESCO bulan Juni lalu.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)