Konsep "World Class University" Perlu Disikapi Secara Kritis

2 September 2009 Berita Pendidikan


SEMARANG, Upaya mewujudkan sebuah universitas menjadi konsep universitas berkelas dunia (world class university) memerlukan banyak langkah. Salah satunya adalah meningkatkan kompetensi mahasiswa lewat penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris.

Hal tersebut dikatakan oleh Rektor Unika Soegijapranata Semarang Prof Yohannes Budi Widianarko, Selasa (1/9) di Semarang. Yohannes mengatakan, tujuan agar suatu perguruan tinggi menjadi world class university perlu disikapi secara kritis.

Dia menambahkan, perguruan tinggi biasanya mengupayakan penguasaan bahasa asing kepada mahasiswa melalui penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam suatu mata kuliah. Namun, lanjut Yohannes, penggunaan bahasa tersebut sebagai pengantar kuliah jangan sampai justru mengorbankan kedalaman dan kelengkapan isi mata kuliah yang ingin disampaikan.

Selain itu, tambah Yohannes, upaya mewujudkan diri menjadi universitas berkelas internasional itu pun harus dilakukan secara hati-hati dan tidak boleh melupakan tujuan sebenarnya. Sebabnya, kata dia, imbas dari arus globalisasi menjadikan dunia perguruan tinggi diramaikan oleh tiga diskursus yang cukup menonjol.

"Pertama adalah persaingan bisnis, terutama pada masa penjaringan mahasiswa baru. Karena tanpa memilah negeri atau swasta, perguruan tinggi pasti saling berlomba-lomba menarik mahasiswa," katanya.

Diskursus kedua, dia menambahkan, adalah tuntutan mutu. Hal itu karena masyarakat saat ini semakin sadar dan peduli terhadap mutu pendidikan. "Karena itu, istilah akreditasi dan sertifikasi kini menjadi sesuatu yang selalu menghantui, namun akan selalu dikejar oleh para pelaku pendidikan," katanya.

Kemudian, diskursus terakhir, yaitu internasionalisasi. Hal tersebut sangat berkaitan erat dengan tujuan menjadi world class university karena perguruan tinggi tidak akan dapat mengucilkan diri dari dunia pendidikan global.

Sumber: Kompas.com