Kini, Pendidikan Suramkan Masa Depan?

2 November 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA - Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Orde Baru, Daoed Joesoef, pejuang pendidikan Ki Hadjar Dewantara memiliki konsep yang jelas soal pendidikan. Pada masa sebelum kemerdekaan, pendidikan diarahkan untuk menyiapkan anak-anak yang mampu menjadi pejuang-pejuang kemerdekaan.

Sesudah Indonesia lepas dari penjajahan, pendidikan menyiapkan anak-anak yang bisa mengisi kemerdekaan, ujar Daoed dalam sarasehan pendidikan bertajuk Konsep Pendidikan Indonesia Berdasarkan Budaya Serta Penerapannya di Lingkungan Rumah, Sekolah, dan Masyarakat yang berlangsung di Jakarta, Minggu (31/10/2010).

Daoed mengatakan, pendidikan berbasis kebudayaan itu dibangun dari sistem nilai tertentu. Pendidikan kita semestinya mampu membangun budaya nilai-nilai ilmiah, mendorong setiap orang agar mampu membuat pilihan dalam hidup, serta memiliki komunikasi yang baik.

Prasetyo M Brata dari Lingkar Makna API mengatakan, banyak kalangan yang prihatin dengan kondisi pendidikan sekarang yang justru membuat suram masa depan generasi bangsa. Pendidikan tidak lagi dilaksanakan dengan konsep berbagi pengetahuan, tetapi menjual untuk mencari keuntungan dari masyarakat.

Generasi penerus bangsa yang dihasilkan tidak lagi memiliki daya juang yang tinggi. Selain itu, berbagai keterampilan hidup juga minim diajarkan yang sebenarnya dibutuhkan setiap anak dalam menjalani kehidupan untuk dirinya, masyarakat, dan bangsa.

Sumber: kompas.com