Kinerja Tak Meningkat, Pemkot Solo Akan Evaluasi Guru Bersertifikasi

19 Oktober 2010 Berita Pendidikan


Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, akan segera mengevaluasi kinerja guru yang bersertifikasi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru yang bersangkutan.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Solo, Etty Retnowati, berdasarkan hasil penelitian dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah 2010 diketahui bahwa kinerja guru yang bersertifikasi di Jateng belum menunjukkan kenaikan. Padahal, mereka telah menerima kenaikan gaji.

''Kinerja guru yang bersertifikasi dengan yang belum seharusnya berbeda. Kalau sama saja, ada yang perlu dievaluasi,'' ujar Etty, Senin (18/10).

Etty mengatakan, guru yang bersertifikasi idealnya menaikkan kinerja sejalan dengan kenaikan gaji yang mereka terima. Gaji guru bersertifikasi, sebutnya, berjumlah dua kali lipat dari guru yang belum bersertifikasi. Misalnya guru yang belum bersertifikasi menerima Rp 2,5 juta per bulan, kalau sudah bersertifikasi mereka menerima sampai Rp 5 juta. Kinerjanya tentu juga harus lebih baik,'' ujarnya.

Di Solo sendiri, 50 persen dari sekitar 6000 ribu guru sudah bersertifikasi. Diakuinya, pihak BKD belum melakukan survei untuk guru bersertifikasi di Kota Solo. BKD sendiri hanya menyimpan rekam jejak dari para guru, belum sampai pada tingkat kinerja guru. Lantaran hal itu, penelitian LPMP tersebut, diakuinya, membuat evaluasi guru bersertifikasi di Kota Solo mendesak dilakukan. Kami akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah raga dulu, untuk melakukan evaluasi ini,'' jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Suharto mengatakan sertifikasi merupakan suatu standar yang harus dipenuhi oleh guru. Karena itu, yang bersangkutan seharusnya memiliki kemampuan sesuai dengan standar tersebut. Tapi adanya usia, beban tugas akan mempengaruhi kemampuan itu, jelasnya.

Sumber: republika.co.id