Keterlaluan, Seorang Siswa TK Menjadi Korban Pelecehan Seksual di Sekolahnya!

18 April 2014 Berita Pendidikan


Seorang bocah TK berusia 6 tahun diduga mendapat perlakuan seksual oleh petugas kebersihan di sekolahnya. Sekolah internasional yang merupakan tempat belajar siswa tersebut berada di kawasan Jakarta Selatan. Ibu korban menceritakan bagimana awal mula terungkapnya aksi bejat yang menimpa buah hatinya tersebut dengan emosi.

"Anak saya baru cerita sekitar tanggal 20 Maret kemarin. Itu juga setelah saya tanya. Saya ajak ke kamar untuk ngomong berdua," ucap sang ibu kepada wartawan, di Jakarta Selatan. Sebelumnya sang ibu telah melihat kejanggalan yang terjadi pada anaknya itu. "Pertengahan Maret ia jadi sering ketakutan, mengigau dan berteriak ketika tidur," lanjutnya.

Menurut sang ibu, anaknya mengaku mendapat pelecehan oleh lebih dari satu orang dan beberapa kali. Perlakuan tersebut diterima si bocah saat akan ke toilet. Ada petugas kebersihan yang berjaga di sana yang menunggu kedatangannya. Petugas itu kemudian menyekap sang korban dan melakukan tindakan asusila kepada bocah malang tersebut.

Sebenarnya Ibu korban mengaku sudah mulai curiga ada yang tidak beres terhadap anaknya sejak awal Februari lalu. Menurutnya, biasanya anaknya sering buang air kecil sebelum maupun setelah pulang sekolah meskipun sudah buang air kecil sebelumnya.

"Saya tahu kelakuan anak saya mulai aneh, jadi sebelum berangkat sekolah atau malam hari dia kalau kencing itu sampai harus dipencet-pencet kemaluannya sampai air kencingnya tidak ada lagi," kata sang ibu kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/4/2014). Sang ibu lalu menanyakan kepada anaknya kenapa harus kencing seperti itu. Namun, anaknya saat itu tidak mau mengungkapkan apa-apa.

Perilaku aneh anaknya yang lain ketika ia mengetahui akhir-akhir ini anaknya sering mengompol di celana. Bahkan, saat tidur pun, anaknya sering mengigau seperti sedang ketakutan.

Kegundahan sang ibu semakin menjadi setelah melihat luka memar di bagian kanan perut anaknya. Kemudian, sang anak mengaku "Dia bilang karena dia takut kencing di sekolah karena dinakali oleh seseorang" imbuhnya. "Saya sama sekali tidak menyangka anak saya mendapat tindakan kekerasan seksual di kamar mandi sekolah,'' ucap si ibu dengan sedih.

Pada awalnya korban tidak mau cerita, akhirnya sang ibu pun mencari agar anaknya mau bercerita. Ia kemudian ingat anaknya mengidolakan tokoh kartun Captain America dan Hulk untuk membuat anaknya mau berbicara.

"Anak saya ini kan idolanya itu Captain America dan Hulk, saya bilang ke anak saya "Mami punya teman Uncle Dafy dan anak saya langsung cerita 'panggilin dong Uncle Dafy, di sekolah ada orang jahat'," jelasnya.

Dari keterangan tersebut ibu sang korban langsung melaporkan kejadian itu kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya. Kini, polisi tengah menyelidiki kasus yang dialami oleh si bocah malang.

Dari perkembangan terbaru, telah ditetapkan tiga orang tersangka yang merupakan petugas kebersihan di sekolah tersebut, dua laki-laki dengan inisial A dan V, serta seorang perempuan berinisial A.

Kuasa Hukum korban, Andi M Asrun mengatakan, kasus pencabulan anak sudah menjadi tren di Indonesia dan masyarakat harus memberikan perhatian. "Kasus ini jadi semacam perlawanan terhadap deklarasi sekolah sebagai zona damai dan aman bagi anak. Apalagi sekolahnya dengan status keamanan yang tinggi di Jakarta," ucapnya.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari berbagai sumber)