Kesalahan Penggunaan BOS Minim

3 September 2009 Berita Pendidikan


BANTUL ?? Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul mengatakan, kesalahan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) baik di Sekolah Dasar (SD) maupun SMP sangat minim. Kalau pun terjadi, kesalahan tidak terlalu fatal dan akibat ketidaktahuan pihak sekolah.
Kabid Bina Program, Dinas Pendidikan Dasar Bantul Dwi Budiyanto MP menjelaskan, ada temuan kesalahan penggunaan BOS oleh beberapa SD. Misalnya, dana BOS digunakan untuk kegiatan olahraga seperti gerak jalan, uang transpor dan lain?lain. Hanya saja, seluruh sekolah yang melakukan kesalahan telah mengembalikan penggunaan dana tersebut.
"Aturannya kan sudah jelas, ada belasan variabel yang diperbolehkan dan ada juga yang dilarang. Namun karena ketidaktahuan, ada SD yang salah menggunakan BOS. Hanya saja, mereka sudah langsung mengembalikan dana tersebut begitu diketahui ada kesalahan," kata Dwi.
Dia menjelaskan, setiap sekolah telah mendapatkan pelatihan mengenai penggunaan dan pelaporan BOS. Namun, karena waktu pelatihan yang sangat singkat membuat mereka kesulitan menguasainya. "Apalagi tugas pokok mereka hanya mengajar. Ini ditambahi pekerjaan lain sehingga mereka kesulitan," katanya.
Dwi menjelaskan, sejauh ini hampir 90 persen sekolah di Bantul baik SD maupun SMP telah menyerahkan laporan rangkuman penggunaan dana BOS. Dia menargetkan, dalam waktu dekat seluruh laporan dari sekolah sudah masuk ke dinas.
Dijelaskan, untuk biaya operasional sekolah (BOP) yang dananya diambil dari APBD, 90 persen sekolah telah menyerahkan surat pertanggung jawaban (SPJ). Dan penerimaan BOP SMP triwulan ketiga pada September ini.
Kepala Seksi (Kasie) Kurikulum Bidang Pendidikan SMP, Dinas Pendidikan Dasar Bantul Sumarjo mengatakan, 90 persen sekolah telah menyerahkan SPJ BOP triwulan II. Total anggaran yang disiapkan untuk triwulan ketiga mencapai Rp 1,9 miliar. Sementara jumlah BOS yang telah diberikan triwulan I dan II mencapai Rp 3,8 miliar.
Berdasarkan data per 31 Agustus, jumlah siswa penerima BOP mencapai 29.700 siswa SMP Negeri dan swasta. Setiap siswa mendapat BOP sebesar Rp 130.000 per tahun. Selain itu, setiap siswa SMP negeri non SBI bisa memperoleh bantuan sebesar Rp 52.000 dan Rp 50.000 untuk setiap siswa SMP swasta.
Kabid SD Dinas Pendidikan Dasar Bantul Bambang Yuliono mengatakan, BOP SD triwulan III dan IV baru pada proses pendataan. Jumlah siswa penerima BOP SD mencapai 70.000 siswa. Setiap siswa per tahun bisa memperoleh bantuan sebesar Rp 126.000. "Kami masih mendata jumlah siswa penerima BOS karena ada tambahan dengan PPDB, sehingga sekolah belum banyak yang menyerahkan SPJ," katanya. (dik)

Sumber: bernas.co.id