Kerjasama Bilateral Australia Bangun Pendidikan Indonesia

16 Juli 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA - Pemerintah Australia telah mendanai pembangunan lebih dari 2.000 sekolah menengah pertama (SMP) di Indonesia yang difokuskan di wilayah-wilayah miskin dan terpencil. Pembangunan tersebut diharapkan membantu Pemerintah Indonesia mencapai target wajib belajar (wajar) 9 tahun bagi seluruh anak Indonesia pada 2015.

"Dari semua kegiatan yang dilakukan, yang paling penting adalah pendidikan, baik laki-laki ataupun perempuan diberikan pendidikan yang baik," ucap Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Stephen Smith pada peresmian Madrasah Tsanawiyah Baraja, di Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (15/7/2010).

Madrasah Tsanawiyah Balaraja adalah sekolah ke-2000 yang dibangun dengan dana hibah Pemerintah Australia senilai Rp 716.414.000. Marty mengatakan, kemitraan Australia-Indonesia mencakup kegiatan-kegiatan yang menjamin kesetaraan bagi anak perempuan dan laki-laki dalam mengakses dan berpartisipasi di semua aspek sistem pendidikan.

"Semoga dengan program ini wajib belajar sembilan tahun dapat terwujud," tutur Hadi Muhadi, Sekretaris Daerah Provinsi Banten.

Adapun Banten memang menjadi salah satu daerah yang dituju oleh Pemerintah Australia dalam pembangunan sekolah. Sekolah-sekolah yang terpilih untuk mengikuti program pembangunan ini berasal dari daerah yang memiliki akses pendidikan dasar terbatas dan umumnya mengakhiri pendidikan formalnya setelah menyelesaikan Sekolah Dasar (SD) pada usia 12 tahun.

"Kami juga mengundang anak Indonesia untuk sekolah di Australia melalui program beasiswa," tambah Stephen.

Sumber: edukasi.kompas.com