Kepsek Wajib Beri Perhatian kepada Murid yang Galau

7 Februari 2014 Berita Pendidikan


Murid galau di sekolah harus dicegah. Pasalnya, galau yang "membius" ini bisa menyebabkan merosotnya nilai-nilai murid. Kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling (BK), maupun wali kelas harus perhatian dengan muridnya yang sedang galau.

Lalu, apa yang bisa kepala sekolah (kepsek) lakukan untuk menghadapi murid-muridnya yang sedang galau? Kepala Sekolah SMK 2 Kota Bekasi Sugiyono mengatakan, untuk menghadapi murid-muridnya yang sedang galau, dirinya akan langsung mengirim murid tersebut ke guru BK dan wali kelas untuk pembinaan.

"Apakah murid tersebut ada masalah, nanti kalau sudah berada di ruang BK, biasanya anak menjadi terbuka. Secara psikologi, berbeda halnya ketika dengan orangtua sendiri yang tidak mau cerita kalau ada masalah," ujarnya.Sementara Kepala Sekolah SMA Insan Cendekia Madani Tangerang Rochmadi, S.Si mengaku, biasanya dirinya mendekatkan diri dengan murid yang sedang galau tersebut.

"Saya ajak bicara agar dia bisa terbuka dan kita bisa masuk pelan-pelan, tapi kalau belum bisa juga diajak bicara, biasanya saya lewat temannya untuk menanyakan ada apa dengan dia," ucapnya.Adapun para guru dan kepala sekolah pun bisa menilai ketika sang murid sedang galau, di mana awalnya mempunyai nilai bagus tiba-tiba menjadi turun. Hal-hal seperti ini bisa jadi tanda kegalauan atau sang anak sedang ada masalah.

"Biasanya saya akan ajak dia bicara. Kalau tidak bisa juga, saya akan memanggil orangtuanya apakah ada masalah dengan anaknya," ungkap Rochmadi.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari Okezone.com)