Kemuliaan Profesi Guru Tak Bisa Dinilai dengan Rupiah

26 November 2015 Berita Pendidikan


Kemuliaan seorang guru bagaimanapun tak bisa dirupiahkan. Begitulah yang diucapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies baswedan. Dirinya menyebutkan bahwa profesi ini dan apa yang telah guru lakukan merupakan hal yang tidak bisa dinilai dengan rupiah. Karena ketika profesi ini diukur dengan rupiah, maka akan mengalami devaluasi atau pengurangan nilai. Pidato tersebut diucapkan beliau kala hadir dalam acara penyerahan penghargaan guru berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional di Jakarta beberapa hari yang lalu.

Pada acara tersebut sebanyak 33 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mereka semua merupakan guru terpilih dari 901 GTK seluruh Indonesia sebagai yang berprestasi dan berdedikasi secara nasional.

Anies berharap bahwa para guru untuk tetap menjalankan pekerjaannya sebagai amanat yang membanggakan. Mantan Rektor Universitas Paramadina itu juga turut mengajak para guru untuk terus mengajarkan nilai-nilai ke-Indonesiaan.

"Karena itu saya percaya bahwa bapak dan ibu di sini merupakan permata-permata Indonesia," ujar Anies.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Sumarna Surapranata, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap prestasi dan dedikasi guru dan tenaga kependidikan. Selain itu, pemilihan guru berprestasi juga merupakan wahana untuk menuangkan ide, gagasan dan mencari solusi permasalahan pendidikan.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)