Kemendikbud Usulkan APBN Terkait Pembengkakan Jumlah Penerima KIP

26 Januari 2015 Berita Pendidikan


Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) meningkat pesat dari 9,1 juta menjadi 19,2 juta siswa. Oleh sebab itu, Kemendikbud mengusulkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan(APBN) tahun 2015 sebesar Rp7,1 triliun.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, mengatakan, rincian dari anggaran tersebut terbagi menjadi dua, yaitu penambahan sasaran KIP menjadi 25 persen dengan biaya tetap, dan pencetakan kartu, materi sosialisasi, dan pengiriman.

Anies memaparkan penambahan jumlah penerima KIP meningkat dari 9,1 juta siswa menjadi 19,2 juta, dimana 14,3 siswa ditambah 4,9 juta anak usia sekolah yang tidak sekolah. Masing - masing anak akan menerima bantuan sesuai dengan jenjangnya. Untuk SD sebesar Rp450.000, SMP Rp750.000, dan SMA/SMK Rp1 juta.

Mendikbud mengatakan, angka putus sekolah lebih tinggi pada kelompok pengeluaran (konsumsi) yang lebih rendah. Artinya, penambahan sasaran KIP sebesar 25 persen itu terdiri dari siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin.

Menanggapi paparan Mendikbud, sejumlah anggota Banggar menyampaikan masukannya. Salah satunya yaitu perwakilan dari dapil Jawa Barat yang mengatakan agar usulan Mendikbud untuk KIP perlu dicermati lagi.

Ungkapnya, dana Rp7 triliun, jika hanya digunakan untuk pemberian kartu maka harus dikaji ulang. "Selesaikan dulu sertifikasi guru, pembangunan sekolah, dan yang mendesak lainnya," katanya.

Selain itu, ada tanggapan lain yang mengatakan agar usulan Mendikbud perlu dikaji ulang jika melihat adanya kesamaan dalam pemakaian balai latihan kerja. Di departemen magang pada Kementerian Tenaga Kerja juga ada anggatan untuk balai - balai tersebut sehingga jangan sampai ada tumpang tindih anggaran.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)