Kemendikbud Terus Dorong Pemulihan Sekolah di NTB

22 September 2018 Berita Pendidikan


Pemulihan sekolah usai berakhirnya status tanggap darurat bencana gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus dilakukan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat terus berupaya menghadirkan kembali kegiatan belajar mengajar melalui kelas-kelas sementara.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ari Santoso, di Praya, NTB, Sabtu (8/9/2019 menyampaikan; saat ini tercatat sekitar 20 lembaga nonpemerintah, dengan ratusan relawan, bergotong royong dengan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Fokusnya memulihkan kondisi belajar mengajar di sekolah dan kondisi warga belajar.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, dijadwalkan akan memimpin Apel Gerakan Kembali Sekolah di Alun-Alun Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Kota Mataram, Minggu pagi (9/9/2018). Apel akan dihadiri perwakilan lembaga/komunitas, guru, siswa, dan pemerintah daerah.

Ari Santoso menjelaskan, tunjangan tersebut diberikan kepada sekitar lima ribu guru terdampak gempa di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, Kota Mataram dan juga Sumbawa. Sebelumnya, Kemendikbud bersama dinas pendidikan kabupaten/kota di NTB melakukan pendataan guru terdampak gempa, untuk selanjutnya akan diberikan tunjangan khusus. Jumlahnya sekitar 2 juta per bulan untuk non-PNS, dan 1,5 juta per bulan untuk PNS. Tunjangan khusus ini diberikan selama enam bulan.

Pada masa tanggap darurat yang berakhir pada 25 Agustus 2018 yang lalu, Kemendikbud telah mendirikan 112 tenda yang menjadi kelas-kelas sementara di berbagai wilayah Lombok. Selain itu, tercatat sebanyak 5.000 paket seragam dan perlengkapan sekolah telah dibagikan melalui Posko Pendidikan. Layanan psikososial dan psikoedukasi, serta_ trauma healing_ diberikan kepada warga belajar. Segera, Kemendikbud juga akan menggulirkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) khusus siswa korban gempa Lombok.

Total bantuan yang disiapkan Kemendikbud untuk pemulihan NTB pascabencana gempa sebesar Rp258 miliar. Alokasi mengenai anggaran optimalisasi tersebut dijelaskan Direktur Jenderal Dikdasmen, Hamid Muhammad, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), 29 Agustus yang lalu.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari kemdikbud.go.id)