Kemendikbud Mencari 1.000 Guru untuk Daerah 3 T

22 Januari 2015 Berita Pendidikan


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Anies Baswedan tengah membuka peluang lebar pengangkatan CPNS guru untuk ditempatkan di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Total ada 1.000 guru yang akan ditempatkan di daerah tersebut.

Kemendikbud tidak ragu-ragu untuk membuka 1.000 formasi CPNS agar dapat memenuhi kuota guru daerah yang telah ditetapkan. "Formasi ini disediakan untuk mengisi kekurangan guru di daerah terdepan, terluar dan tertinggal," ujarnya.

Formasi ini disediakan khusus bagi para peserta program Sarjana Mendidik di Daerah 3T (SM-3T) yang telah mendidik satu tahun di sekolah di daerah 3T.

Untuk dapat mengikuti seleksi, para peserta wajib telah lulus dari Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pasalnya, peserta yang lulus akan diangkat menjadi CPNS daerah dengan memegang jabatan tenaga fungsional guru dan ditempatkan di salah satu dari 29 kabupaten di daerah 3T.

"Kami lakukan pengangkatan guru di kawasan 3T yang selama ini tidak menjangkau siswa-siswi di sana, karena pendidikan harus menjangkau semua termasuk di kawasan terpencil," katanya di kantor Kemendikbud kemarin.

Berdasarkan data, jumlah peserta yang telah mendaftar 1.481 orang. Mereka akan mengikuti seleksi tes kompetensi dasar (TKD) pada 19-20 Januari. Ujian akan dilaksanakan di beberapa universitas, diantaranya Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Peserta yang dinyatakan lulus TKD kemudian mengikuti seleksi administrasi tes kompetensi bidang (TKB). Setelah itu dilanjutkan pengumuman kelulusan CPNS.

Pengamat Pendidikan Taman Siswa, Darmaningtyas sangat mendukung program Kemendikbud ini. Hal ini dapat mengurangi kesenjangan pendidikan antara di Jawa dan di luar Jawa yang minim pendidikan dan lambatnya perkembangan.

"Langkah itu sangat tepat dan harus didukung dengan penuh, agar pendidikan di daerah 3T itu dapat maju dan meningkatkan. Lagi pula, tidak ada kata membuang anggaran untuk meningkatkan pendidikan dan sudah seharusnya anggaran itu memang harus dimanfaatkan untuk mencerdaskan masyarakat," katanya.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)