Kemendikbud Gelar Festival Seni Media, Wadah bagi Berkembangnya Seni Kontemporer Indonesia

27 Oktober 2019 Berita Pendidikan


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, menyelenggarakan pagelaran seni bertaraf Internasional bertajuk "Instrumenta #2: Machine/Magic". Pagelaran ini merupakan festival seni media sebagai salah satu wujud kehadiran negara dalam mendukung dan memfasilitasi para seniman media untuk mempertunjukkan karyanya, saling bertukar informasi, dan berinteraksi satu sama lain.

Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Daya Saing Ananto Kusuma Seta mengatakan; Saya berterimakasih yang sebesar-besarnya atas dilaksanakannya acara ini dan tentu ini menjadi sebuah tradisi bagi kita bersama untuk menggali nilai-nilai budaya kita sekaligus menyebarluaskan nilai-nilai itu untuk kemaslahatan kemanusiaan Indonesia ke depan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kesenian, Restu Gunawan, menjelaskan, festival seni media merupakan wujud peran pemerintah dalam mendorong perkembangan seni kontemporer, sekaligus melindungi seni tradisi. Festival instrumental juga memberikan wadah bagi berkembangnya ekosistem seni kontemporer Indonesia, sehingga masyarakat luas dapat mengapresiasi perkembangan mutakhir seni media dalam konteks lokal maupun internasional. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi dan presentasi karya bagi praktisi seni media sekaligus sebagai ruang interaksi dan apresiasi seni bagi masyarakat dalam upaya mengembangkan seni sebagai objek pemajuan kebudayaan yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017.

Penyelenggaraan festival ini melibatkan 28 seniman terdiri dari 21 seniman asal Indonesia dan tujuh seniman mancanegara, yaitu dari Malaysia, Kanada, Hongkong, Australia, Selandia Baru, dan dua seniman asal Jepang. Seniman-seniman yang terlibat dalam festival ini, antara lain, Abshar Platisza (Bandung), Benny Wicaksono (Surabaya), Cut and Rescue (Depok), Dwiky KA (Surabaya), Duto Hardono - TROMARAMA (Bandung), Etza Meisyara (Bandung), Farhanaz Rupaidha (Cikarang), Hayashi Chiho (Tokyo, Jepang), Irene Agrivina (Yogyakarta), KULTse (Bandung), Marjan Verstappen (Christchurch, Selandia Baru), Mei Homma (Tokyo), Monica Hapsari (Jakarta), Nindya Nareswari (Bandung / Berlin, Jerman), Maulana Ahmad (Bandung), Nur Amira Hanafi (Perak, Malaysia), Nurrachmat Widyasena (Bandung), ORCYWORLD a.k.a. Gilang Anom Manapu Manik (Bandung), Rega Rahman dan Bandu Darmawan (Bandung), Rianti Gautama (Jakarta), Riar Rizaldi (Jakarta / Hong Kong), Rudi Hendriatno (Yogyakarta), Skawennati (Toronto, Kanada), Stelarc (Melbourne, Australia), Tontey and the Krazy Kosmic Konspiracy (Yogyakarta), dan Vvzela Kook (Hong Kong).

Rangkaian acara Festival Seni Media Internasional 2019 "Instrumenta #2: Machine/Magic" yang didukung oleh Galeri Nasional Indonesia, Goethe-Institut Indonesien, dan Bentara Budaya Jakarta menghadirkan beberapa kegiatan pendukung seperti pameran yang berlangsung dari 19 Oktober - 28 November 2019 di Galeri Nasional; Diskusi Panel diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, berlangsung pada 29 Oktober 2019; Performans, berlangsung pada 1 November 2019), Ceramah, berlangsung pada 11 November 2019, di Goethe-Institut Indonesien; serta Wicara Seniman, berlangsung pada 9 November 2019), serta; dua kegiatan Lokakarya, berlangsung pada 12 dan 19 November 2019, dan; Tur Kuratorial, berlangsung pada 27 Oktober, 3 dan 10 November 2019, di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari kemdikbud.go.id)