Kemendikbud Gandeng Telkom Canangkan Program E-Sabak

13 Januari 2015 Berita Pendidikan


Menggandeng PT Telkom, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana untuk menyelenggarakan program E-Sabak bagi para siswa. Program E-Sabak sendiri merupakan proses pembelajaran menggunakan tablet.

Anies Baswedan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) meyakini program ini akan mampu mengurangi biaya kebutuhan para siswa akan penggunaan buku. Namun, Anies menekankan untuk kegiatan tulis-menulis, para siswa masih tetap menggunakan kertas.

Sebelumnya program E-Sabak ini sebenarnya pernah digagas pada kementerian sebelumnya di tahun 2011.

Untuk masalah materi ajar, Muhammad Awaluddin, Director of Enterprise and Business Service Telkom di kantor Kemendikbud menyatakan bahwa Telkom nanti yang akan mengubah materi ajarnya jadi online, tapi materi berbentuk offline itu semuanya disediakan Kemendikbud karena mereka yang punya. Pihaknya sudah punya tim yang memang terbiasa menangani urusan seperti itu.

Secara konsep, program kali ini kurang lebih sama. Perbedaannya, program kali ini tampak lebih serius dan lebih inovatif.

"Saat ini, program telah mulai dicoba pada SMA. Untuk ke depannya, penerapan program ini dimulai dari daerah-daerah terpencil. Pada fase ini, kita fokus pada daerah-daerah yang tertinggal," ujar Anies

Alasan digagasnya ide ini dan mengganti buku pelajaran dengan bentuk digital lewat e-sabak diharapkan nantinya akan membantu pelajar di daerah terdepan, terluar dan terpencil (3T) agar bisa lebih mudah mendapatkan bahan ajar. Sulitnya medan dan akses menuju daerah 3T diharapkan akan bisa ditanggulangi dengan konsep e-Sabak.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)