Kemendikbud Bersama Ojk Terbitkan Buku "Mengenal Ojk dan Industri Jasa Keuangan"

27 Februari 2015 Berita Pendidikan


Sejak tahun 2014, Kemendikbud bekolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pelaku industri jasa keuangan untuk menyusun literasi keuangan untuk jenjang SMA dan SMP dalam bentuk buku. Dan tahun 2015 ini, Kemendikbud dan OJK meluncurkan buku literasi keuangan tingkat SMP yang berjudul "Mengenal Otoritas Jasa Keuangan dan Industri Jasa Keuangan".

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyasar para pelajar sebagai target utama pengenalan industri jasa keuangan. Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti S Soetiono menjelaskan, hal ini merupakan langkah strategis yang dilakukan untuk memperkenalkan layanan keuangan sejak dini. Masih minimnya literasi masyarakat, terutama untuk generasi muda, mengenai industri keuangan menjadi latar belakang peluncuran buku ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memberikan apresiasi kepada OJK yang telah menginisiasi dalam mendidik anak - anak bangsa untuk memahami tentang dunia keuangan.

"Pemahaman tentang keuangan sekarang sangat mendasar sekali. Anak-anak kita akan hidup di era yang berbeda. Mereka akan hidup di era di mana aktivitas keuangan modern adalah bagian dari keseharian," ujarnya.

Menurut Anies, pendidikan tentang industri jasa keuangan sejak dini bukan hanya untuk pelajar di kota, tapi di seluruh Indonesia.

"Buku ini akan disebarkan ke seluruh sekolah SD, SMP, SMA yang ada di seluruh Indonesia. Pendidikan ini bukan hanya milik pelajar kota, tapi pelajar desa di seluruh Indonesia. Semua penting mengenal jasa keuangan, biar masyarakat desa juga pandai memanfaatkan teknologi dan informasi," papar Anies.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad mengatakan, OJK juga melakukan pelatihan untuk para guru dalam mengenalkan industri atau pengaturan keuangan. OJK juga akan terus bekerja sama dengan Kemendikbud melalui jalur-jalur formal dalam mengenalkan industri keuangan kepada siswa dan guru. Salah satunya dengan mendukung penyediaan laboratorium bank atau asuransi dan bank mini di sekolah-sekolah.

"Kalau sekarang mungkin bukan hal yang aneh melihat anak-anak di kota sudah diajarkan bagaimana datang ke bank, membuka tabungan, hingga punya tabungannya sendiri. Tapi bagaimana di desa? Nah, saya menyambut baik terbitnya buku ini karena nanti pelajar di desa juga bisa ikut belajar," tutur Anies.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)