Kemdikbud Terima Laporan Mengenai Kebocoran Soal

15 April 2017 Berita Pendidikan


Sebanyak 17 laporan pengaduan telah diterima Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Daryanto, salah satunya mengenai isu kebocoran soal.

"Dari 17 laporan tersebut, sebanyak empat laporan mengenai isu kebocoran soal dan empat aduan mengenai kunci jawaban," ujar Daryanto dalam konferensi pers di Jakarta.

Pihaknya masih menelusuri kebocoran soal tersebut apakah berasal dari Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Ujian Nasional Kertas Pensil. Sebagian besar laporan kebocoran soal dan kunci jawaban tersebut berasal dari Pulau Jawa dan Sumatera.

Meski demikian, pihaknya kurang yakin jika bocoran soal tersebut berasal dari soal UNBK karena soal baru bisa diunduh 30 menit sebelum ujian berlangsung.
"Saat ini kami baru menerima pengaduan dari masyarakat," ujarnya.

Laporan pengaduan lainnya yakni mengenai masih pada permasalahan kendala teknis, pemadaman listrik, ujian susulan, gagal login hingga kesalahan nama.

Kepala Biro Kerja sama Layanan Masyarakat (BKLM), Ari Santoso, mengatakan pihaknya menerima laporan sebanyak 98 kendala teknis pada pelaksanaan UNBK seperti pemadaman listrik, gagal login dan lainnya.

Namun itu baru sesi pertama. Jumlah ini kecil sekali, jika dibandingkan dengan jumlah sekolah yang mengikuti UN yang mencapai 30.000 lebih," ungkap Ari.

Ari menegaskan bahwa pelaksanaan UNBK bertujuan agar pendidikan Indonesia lebih baik dibandingkan sebelumnya. Peluang kebocoran pada UNBK juga lebih kecil dibandingkan dengan UNKP.

Sebanyak 1.812.035 siswa SMA/MA dari 20.557 sekolah mengikuti UN yang dimulai Senin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.905 sekolah atau 667.741 peserta mengikuti UNKP dan 9.652 sekolah atau 1.144. 294 peserta mengikuti UNBK.

Oleh: Titi Indriyani
(Dikutip dari antaranews.com)