Kemdikbud Himbau Pemda Agar Bangun SLB di Desa

7 September 2015 Berita Pendidikan


Jika dibandingkan dengan sekolah reguler yang lainnya, keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB) tergolong sedikit. SLB yang selama ini menjadi fasilitas anak-anak berkebutuhan khusus menimba ilmu, justru jumlahnya tidak banyak dan tidak mencangkup ke daerah-daerah pelosok.

Mengingat hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk mengembangkan pendidikan inklusi.

Kepala Suib Direktorat Program dan Evaluasi Di‎rektorat Pembinaan PKLK Pendidikan Dasar, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemdikbud Harizal menyebutkan bahwa banyak SLB didirikan di kabutapen/kota, sedangkan anak-anak yang tinggal di desa dan berkebutuhan khusus sulit menjangkau akses pendidikan khusus dan layanan khusus di kota/kabupaten.

Untuk menjamin akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, lanjutnya, Kemdikbud mendorong Pemda menjadikan daerahnya ramah terhadap pendidikan inklusi.

Sampai saat ini Kemdikbud telah melakukan perjanjian dengan 12 provinsi dan 57 kabupaten/kota untuk mengajak pemda menjadi daerah ramah pendidikan inklusi.

"Masih ada sekitar 90 daerah yang belum memiliki akses pendidikan bagi anak-anak kebutuhan khusus. Itu sebabnya Kemdikbud mendorong daerah-daerah tersebut memiliki lembaga pendidikan SLB. Tidak hanya di kota saja, tapi juga desa-desa atau pinggiran kota," tukasnya.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)