Kemdikbud: Angka Penyandang Buta Aksara Menurun dari Tahun Sebelumnya

14 September 2015 Berita Pendidikan


Masih banyak penduduk Indonesia yang masih tidak bisa membaca dan menulis, atau yang di sebut buta aksara. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyatakan angka buta aksara di Indonesia sekitar 6.007.486 orang.

Seperti di Jawa Timur, sebanyak 300 orang penduduk Jawa Timur penyandang buta aksara. Menurut Kepala Bidang Pendidikan Nonformal, Dikbudmudora Kota Madiun Joko Purwito, mayoritas penyandang buta aksara tersebut usianya diatas usia produktif. Adapun di usia produktif namun rata - rata mereka penyandang cacat mental dan tidak mampu diikutkan dalam pendidikan.

Namun kabar baiknya. angka 6.007.486 tersebut merupakan penurunan dari tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, jumlah penduduk buta aksara masih mencapai 4,03 persen atau sekitar 6.165.406 orang.

"Angka buta aksara di Indonesia tidak sampai empat persen. ‎Tahun 2014 pemerintah telah berhasil mengentaskan sebanyak 157.920 penyandang tuna aksara," kata Mendikbud Anies Baswedan.

Upaya yang dilakukan pemerintah yaitu dengan memberikan pendidikan keaksaraan. Melalui pendidikan keaksaraan diharapkan kapasitas peserta didik meningkat hingga mencapai kemampuan keaksaraan dasar.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)