Kekurangan Murid, Sejumlah Sekolah di Pematangsiantar Terancam Tutup

18 Maret 2015 Berita Pendidikan


Bukan suatu hal yang mengejutkan bahwa masih ada saudara kita yang belum merasakan pendidikan yang layak seperti kebanyakan di kota-kota besar. Jika biasanya di kota-kota besar justru banyak berdiri bangunan-bangunan sekolahan yang tak kunjung kekurangan murid, di sejumlah sekolah swasta tingkat mengengah atas di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, justru terancam tutup dikarenakan kurangnya murid yang bersekolah di sana.

Beberapa SMA di sana, selalu kekurangan murid setiap tahunnya saat penerimaan peserta didik baru. Bahkan sebagian sudah tidak beroperasi.

"Sebagian sudah tidak beroperasi, dan dalam kurun waktu beberapa tahun ini, beberapa SMA hanya menerima 15 sampai 20 murid," ujar tokoh pendidikan, HM Natsir Armaya Siregar, Minggu.

Natsir mengungkapkan bahwa dengan murid yang jumlahnya sebanyak itu, sekolah swasta tidak akan mampu memberikan honor yang layak bagi tenaga pengajar sehingga jumlah guru yang menganggur pun bertambah.

Kebanyakan SMA umum swasta yang mengalami hal ini yaitu sekolah yang kurang mampu bersaing dalam segi pelayanan manajemen maupun dalam mencerdaskan siswanya sehingga banyak orang tua yang lebih memilih menyekolahkan anaknya di tempat lain.

Natsir memaparkan bahwa Pemerintah Kota juga mengabaikan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional yang menetapkan aturan untuk satu ruang belajar diisi 32 murid.

"Rata-rata sampai 40-an orang, dan memunculkan penambahan ruang kelas baru, sehingga sebarannya di sekolahan tidak merata," papar Natsir

Masalah seperti ini rencananya akan dibahas dengan regulasi yang jelas dan tegas. Hal tersebut telah diajukan oleh Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) kepada pemerintah dan DPRD melalui Perda.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)