Kekurangan Guru PNS di Kota Malang Capai 800 Orang

24 September 2017 Berita Pendidikan


Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Zubaidah, masih kekurangan sekitar 800 guru PNS untuk SD dan SMP. Kebutuhan guru ini terutama ada di tingkat SDN. Apalagi, sampai 1 Januari 2018 proyeksinya ada sekitar 160 guru SD yang pensiun.

Untuk guru SD, yang paling banyak dibutuhkan adalah guru kelas, olahraga, dan agama. Sementara kebutuhan guru untuk SMP relatif sedikit. Hanya di pelajaran tertentu seperti Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Bimbingan Konseling (BK).

Untuk mengatasi kekurangan guru ini, disdik akan merekrut tenaga kontrak. Tapi tidak dengan SK, hanya dengan kontrak. Mencari guru sebenarnya tidak sulit. Hanya anggarannya yang terkadang jadi penghambat. Selama ini, dana yang digunakan untuk guru kontrak adalah dari bantuan operasional sekolah (BOS). Namun, alokasinya kecil, sehingga belum bisa mencukupi upah minimum kota (UMK)

Kekurangan guru itu salah satunya dialami oleh SDN Bandungrejosari 3. Sekolah tersebut kekurangan tiga guru untuk guru kelas. Untuk mengisi kekosongan itu, pihak sekolah merekrut guru tidak tetap (GTT).

Kepala Sekolah SDN Bandungrejosari 3 Valentina Siti Mariyam mengatakan; kebutuhan guru cukup mendesak mengingat jumlah murid yang juga besar. Untuk kelas enam saja ada 85 siswa totalnya.

SMPN 6 juga mengalami hal serupa. Kepala Sekolah Risna Widyawati mengatakan; saat ini kita memang kekurangan guru karena memasuki masa purnatugas. Guru yang dibutuhkan saat ini untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Bimbingan Konseling. Solusinya, sampai sekarang mereka masih kami karyakan (masih mengajar) sambil kami menunggu penempatan atau pengangkatan CPNS.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)