Kebutuhan SMK Meningkat, Indonesia Kekurangan 18.000 Guru SMK

30 Mei 2016 Berita Pendidikan


Indonesia kini tengah mengalami kekurangan 18.000 guru jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Pengembang SMK Direktorat Pendidikan Dasar Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Mustaghfirin Amin di sela-sela pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK ke-24 di Malang, Jawa Timur, Selasa.

Hal ini mengingat kebutuhan dan minat masyarakat terhadap SMK terus bertambah. Kekurangan ini dialami oleh beberapa daerah tertinggal, terluar dan terdepan ada 3T. Meski kini sudah ada program yang bernama Guru Garis Depan (GGD), namun itu semua masih sebatas guru Sekolah Dasar (SD). Kedepannya, ia berharap agar hal tersebut juga berlaku untuk guru SMK.

Di Indonesia sendiri, jumlah guru SMK mencapai 270.000 orang. Rencananya, pada tahun ini Kemdikbud juga akan membangun sekolah sebanyak 341 SMK.Padahal biasanya penambahan SMK setiap tahunnya hanya 20 hingga 25 SMK baru.

Pembangunan SMK tersebut tidak sembarangan, melainkan berdasarkan atas usulan masyarakat dan pemda serta dalam pengadaan jurusan yang dibuka. Akan ada penyesuaian sesuai dengan potensi daerah tersebut. Sebagian besar sekolah baru yang dibangun tersebut berada di luar Jawa.

Untuk masalah infrastruktur, Amin menjelaskan bahwa pemerintah akan bertanggung jawab penuh. Semoga pembangunan SMK ini lekas terealisasi dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan vokasi.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)