Kebocoran UN Merata di Medan

23 Maret 2010 Berita Pendidikan


MEDAN, KOMPAS.com Soal dan kunci jawaban Ujian Nasional (UN) beredar di Medan pada malam menjelang ujian yang menentukan kelulusan siswa itu berlangsung, Senin (22/3/2010). Kebocoran soal UN tersebut diduga merata di banyak sekolah di Kota Medan, Deli Serdang, dan daerah lain di sekitarnya.

Koordinator Komunitas Air Mata Guru (KAMG) Abdi Saragih menjelaskan, pada Minggu (21/3/2010) pihaknya memperoleh salinan soal UN untuk mata pelajaran Biologi, Bahasa Indonesia, dan Sosiologi dari seorang joki. Joki tersebut mendapatkannya dari seorang oknum di Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang.

"Soal-soal UN itu sama persis dengan soal UN yang diujikan keesokan harinya. Info kebocoran soal itu sudah kami terima sejak dua pekan lalu, tetapi baru semalam kami bisa memperoleh buktinya," ujar Abdi.

Aktivis KAMG memperoleh salinan soal itu dengan menyamar sebagai salah satu siswa peserta UN. Banyak juga siswa yang berburu soal UN. Mereka memperoleh informasi bahwa sepaket soal UN yang terdiri dari enam eksemplar itu dijual joki seharga Rp 600.000.

Dewan Pembina KAMG Denny Bay Saragih menjelaskan, penemuan soal UN itu semakin menguatkan bahwa UN selama ini berjalan penuh kecurangan. Guru dan siswa hanya menilai UN sebagai penghalang kelulusan sehingga harus dilewati dengan berbagai cara, termasuk bertindak curang.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Bahrumsyah mengatakan, masalah dugaan kebocoran soal biar nanti diusut secara hukum. Alasannya, itu semua menyangkut tindak pidana. Dia juga mewanti-wanti agar para siswa tidak memercayai SMS berisi jawaban soal yang beredar.

Menurutnya, sulit soal UN bisa bocor. Sejak proses pencetakan sampai pengiriman soal ke sekolah-sekolah, soal UN selalu dijaga polisi. "Semua pekerja di percetakan diperiksa satu per satu. Sulit bisa bocor," ujarnya.

sumber: kompas.com