Kebebasan Seni Belum Membangun Edukasi

28 Juni 2010 Berita Pendidikan


YOGYAKARTA, Setelah rezim Orde Baru runtuh, seni pertunjukan budaya di berbagai kelompok lokal kini secara bebas bisa berkarya dan melakukan berbagai eksperimen seni. Namun, kebebasan itu belum sampai membangun daya kritis dan memberi nilai edukasi.

Kritik sosial yang disampaikan melalui seni pertunjukan kini dirasakan makin berkurang. Kadang masih sebatas merayakan identitas lokal, hanya memamerkan sesuatu daripada memikirkan sesuatu yang mendalam, ungkap Barbara Hatley, profesor dari The University of Tasmania, Australia di Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta, Sabtu (26/6/2010).

Wakil Ketua Program Studi Ilmu Religi dan Budaya USD G Budi Subanar mengatakan, pasca-Orde Baru, perkembangan seni pertunjukan berubah dari kultur media seni panggung menjadi media televisi.

Sumber: Kompas.com