Kebanjiran, Sekolah Pindah ke Masjid

3 Februari 2012 Berita Pendidikan


Hujan yang mengguyur Lamongan sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah kawasan kota soto. Sudah sepekan terakhir sejumlah wilayah terendam air. Beberapa lembaga pendidikan terendam air dan banyak sekolah yang terpaksa memindahkan proses belajarnya kerumah warga atau pun tempat ibadah, termasuk di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftakhul Huda, Kepudibener, kecamatan Turi.

Di sekolah ini, ketinggian air mencapai 30 sentimeter atau selutut orang dewasa yang berdampak dengan proses belajar mengajar. Kelasnya kebanjiran, ujar Hasyim, Kepala Sekolah MI Miftahul Huda.

Lembaganya memang menjadi langganan banjiri setiap tahun, termasuk kawasan Beneran. Tahun ini cukup lumayan ketimbang tahun sebelumnya. Saat ini, saya kira sudah lumayan tetapi masih menggenang seperti saat ini, ujarnya.

Proses belajar di Masjid ini sendiri, sangat tidak optimal karena untuk pembagian kelasnya mereka terpaksa memilah-milah jam pelajaran. Kasihan mas, jika begini terus anak-anak akan, terganggu proses belajarnya, tambah Hasyim

Tidak hanya siswa, para pengajar juga sangat terganggu dengan dialihkannya proses belajar dimasjid ini. Siswa tidak konsentrasi menerima pelajaran karena pengaruh lingkungannya yang kebanjiran. Selain itu waktu yang ditempuh juga relative lebih lama dalam perjalanan menuju musala atau masjid

Tidak hanya itu, semua proses evaluasi juga terbengkalai, sehingga seluruh siswa juga kesulitan dalam menilai sejauh mana kemampuan mereka menerima pelajaran. Yang Nampak hanaylah kepasrahan para siswa menerima pelajaran dan kondisi memprihatinkan. Menurut Hasyim, siswa nya tetap semangat dalam belajar meski sekolahnya dilanda banjir.

Sementara Wardono, salah satu warga, juga menyebutkan bahwa peristiwa ini sebagai sebuah kejadian yang biasa dialami warga setempat. Hanya saja ia bertanya kapan pmerintah bisa membebaskan desanya dari bencana banjir.

Sumber: beritapas.com