Kbbi Butuh 2.000 Kosakata Bahasa Daerah Tiap Tahun

4 September 2017 Berita Pendidikan


Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hurip Danu Ismadi mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan kosakata bahasa daerah di KBBI, sumber daya manusia dari setiap masing-masing balai dan kantor bahasa Kemendikbud sangat dibutuhkan. Saat ini diperlukan sumbangan 2.000 kosakata bahasa daerah untuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) setiap tahun. Tidak hanya untuk menyumbangkan kosakata baru, tetapi juga menangani usulan dari pengguna KBBI Daring (online) yang berkenaan dengan kosakata budaya atau daerah.

Sejak diluncurkan pada 28 Oktober 2016, KBBI Edisi Kelima terus dimutakhirkan dengan metode urun daya (crowdsourcing) melalui aplikasi KBBI Daring. Aplikasi KBBI Daring memungkinkan tim redaksi bekerja dari jarak jauh, tidak menggunakan kertas (paperless), dan hasil seketika bisa diunggah. Usulan, baik berupa kata baru maupun perbaikan, bisa diberikan langsung oleh pengguna.

Badan Bahasa Kemendikbud menyelenggarakan Bengkel Leksikografi untuk meningkatkan kompetensi standar para editor KBBI. Bengkel Leksikografi direncanakan menjadi agenda rutin tahunan Pusat Pengembangan dan Pelindungan. Pada Bengkel Leksikografi 2017, para peserta adalah calon editor dari balai dan kantor bahasa di seluruh Indonesia, dua editor dari perguruan tinggi, dan para editor dari Badan Bahasa.

Pada pelaksanaan berikutnya, akan diundang para calon editor dari luar Badan Bahasa, termasuk para pakar dari berbagai bidang ilmu yang akan membantu tim redaksi menyunting entri dan usulan entri bidang ilmu. Materi yang diberikan dalam Bengkel Leksikografi adalah Pengantar Leksikografi dan Aspek-Aspek Penyusunan Kamus serta Pendefinisian, Morfologi, Terminologi, Fraseologi, Semantik Leksikal, dan Kamus Daring.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)