KBB Rintis Sekolah Bertaraf Internasional

22 Januari 2010 Berita Pendidikan


Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyosialisasikan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) SMAN Cisarua dan SMPN I Lembang serta SMPN 2 Padalarang.

SMPN 2 Padalarang merupakan satu dari sekitar 130 SMP yang ada di KBB yang dianggap memenuhi syarat untuk dijadikan rintisan sekolah bertaraf internasional. Dan ini tentu sebuah kebanggaan bagi KBB, ujar Bupati Bandung Barat Abubakar saat meresmikan sosialisasi RSBI di SMPN 2 Padalarang kemarin.Menurut dia, output (target) yang ingin dicapai melalui RSBI adalah peningkatan indeks pembangunan manusia di KBB yang saat ini baru 71,80.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) KBB Agus Maolana menyebutkan, rintisan menuju sekolah bertaraf internasional (SBI) ini akan dicoba dalam tiga tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan sebelum tiga tahun itu SMPN 2 Padalarang bisa menjadi SBI. Syarat yang harus dipenuhi adalah indikator kerja kunci minimal (IKKM), seperti kurikulum pendidikan, isi, sarana, dan prasarana, termasuk standarisasi ISO.

Mengenai pendanaan akan menjadi sharing dari pemerintah daerah, provinsi, dan pusat, ujar Agus.Kepala SMPN 2 Padalarang Deti Rostini menjelaskan,sekolahnya belum genap dua tahun dinobatkan menjadi sekolah standar nasional (SSN). Sekarang dipercaya menjadi RSBI. Pihaknya mengaku siap dengan program RSBI yang standarisasi gurunya minimal 20 adalah lulusan S-2 dan S-3 dari universitas yang terakreditasi.

Rencananya, RSBI akan diterapkan di SMPN 2 Padalarang mulai tahun ajaran 2010/2011 dengan tahap awal dua kelas yang masingmasing kelas dibatasi 24 siswa. Proses seleksi kelas RSBI dimulai pada Maret mendatang dan menyeleksi siswa yang meraih ratarata nilai 7,5 sejak kelas 4,5,dan 6.

Atau kalau tidak siswa bisa masuk melalui jalur prestasi dari olahraga, kesenian, dan lainnya. Sedangkan yang tidak terjaring di RSBI tetap bisa masuk di kelas reguler.Proses seleksi menjadi lebih ketat mengacu kepada standarisasi internasional yang berlaku, termasuk dalam hal proses pengajaran yang menggunakan bahasa Inggris, papar Deti. (adi haryanto) Sumber: Seputar-Indonesia.Com