Berita Pendidikan
12 Februari 2010

Kantin Kejujuran: Efektif Meraup Keuntungan

Tidak semua kantin kejujuran di sekolah berhasil mengajak siswa jujur. Namun, tidak sedikit pula yang berhasil meraup keuntungan, salah satunya kantin kejujuran SMPN 19 Bandar Lampung.
Kepala SMPN 19 Bandar Lampung Yuni Herwanto mengatakan awalnya kantin kejujuran mendapatkan modal Rp1 juta dari wali kota. Modal tersebut dibelikan berbagai perlengkapan, aneka kue, dan jajanan.

"Awalnya, kantin kami selalu rugi dan harus nombok. Ini berarti, ada siswa yang tidak jujur," kata Yuni Herwanto, di Bandar Lampung, Rabu (10-2).

Dia mengatakan saat mengawali pembukaan kantin kejujuran, sekolah memberdayakan guru agama dan guru pendidikan kewarganegaraan. Siswa juga diberikan siraman rohani tentang bahayanya makanan haram jika dimakan dan masuk tubuh.

Namun, hal itu masih kurang efektif karena masih ada siswa mencuri. Hal itu terbukti dari kerugian yang ditanggung kantin dan para guru terpaksa menombok. Hal itu karena makanan yang dijual di kantin kejujuran merupakan titipan warga dan harus dibayar siang hari saat sisa makanan diambil.

Sekolah kemudian mengambil kebijakan mengawasi siswa yang makan di kantin kejujuran dengan merekrut siswa yang jujur dan penjual makanan di kantin sekolah.

"Berdasarkan laporan, ada siswa yang sering mengambil makanan dan tidak membayar," kata Yuni.

Saat upacara diumumkan, ada siswa yang sering mengambil makanan dan tidak bayar. Jika siswa yang bersangkutan tidak mengaku, akan diberikan sanksi dijemur di dekat tiang bendera.

"Awalnya tidak ada siswa yang mengaku. Kemudian, saya tegaskan sekolah tidak segan mengambil tindakan. Setelah itu baru ada siswa yang datang ke ruang guru dan mengaku," kata dia.

Menurut Yuni, siswa tersebut mengaku lapar. Tapi, karena tidak membawa uang, dia kemudian mengambil makanan tanpa membayar. "Karena kemanusiaan, kami maafkan dia dengan catatan tidak akan mengulangi perbuatannya," kata dia.

Kemudian, kantin kejujuran itu mulai menampakkan hasil dan meraih keuntungan ratusan ribu setiap bulan. Bahkan, selama tahun 2009 keuntungan yang diraih mencapai Rp2,4 juta. "Keuntungan itu kami tambahkan untuk modal dan membeli berbagai perlengkapan kebersihan di kantin dan sekolah," kata dia.

Dia berharap kantin kejujuran ini menjadi tempat bagi siswa dan guru melaksanakan berbagai perilaku jujur dan nilai-nilai positif lainnya yang didapat saat belajar dalam kelas. n UNI/S-1

Sumber: Lampungpost.Com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Karir Iklan Baris