Kampus Harus Ciptakan Iklim dan Budaya Penelitian

27 Oktober 2011 Berita Pendidikan


JAKARTA - Rektor Universitas Indonesia Gumilar R Somantri mengatakan, iklim penelitian dan penghargaan pada peneliti perlu diciptakan oleh pemerintah, termasuk juga institusi pendidikan tinggi.

Berkaca dari pengalaman UI yang merintis sejak tahun 2007, karier dosen-dosen dibagi dalam dua jalur, yakni sebagai dosen inti pengajaran dan penelitian.

Dosen yang berkarya di bidang penelitian mendapat gaji yang lebih tinggi. Para dosen yang memilih karier di penelitian mendapatkan beban mengajar yang lebih sedikit. Gaji dosen peneliti di UI Rp 15 juta-Rp 38 juta.

Menurut Gumilar, perhatian yang baik pada kesejahteraan peneliti dan dukungan pada terciptanya atmosfer penelitian (UI mematok target untuk bisa menghasilkan penelitian yang meraih nobel) meningkatkan kinerja penelitian di UI. Jika sebelum tahun 2007, hanya 5-10 publikasi ilmiah yang bisa masuk jurnal ilmiah internasional, sekarang sudah mencapai 300 penelitian per tahun.

Proposal pengajuan penelitian pun meningkat. Jika sebelumnya hanya 100-200 proposal yang diajukan tiap tahun, sekarang bisa mencapai 1.000 proposal.

Penelitian-penelitian di UI ini juga dipatenkan yang jumlahnya saat ini mencapai sekitar 2.000 paten. Namun, baru berkisar 20 persen dari jumlah paten di UI yang diaplikasikan dunia industri.

Riset ini kan terkait inovasi. Ini bisa dikembangkan jika ada mindset untuk mengedepankan riset serta menghargai hasil riset dan perisetnya. Ini yang kami coba lakukan supaya dosen UI bisa berkonsentrasi berkarya di kampus lewat jalur karier yang dipilihnya, kata Gumilar.

Menurut Gumilar, penguatan penelitian di Indonesia harus dilakukan pemerintah dengan menaikkan anggaran penelitian.

"Selain itu, perlu merevitaslisasi industrialisasi di Indonesia supaya tidak semu hanya sekadar pabrik dan pemasaran. Penelitian dan pengembangan di perusahaan harus dikembangkan di Indonesia, bukan di negara lain," kata Gumilar.

"Pemerintah harus membantu supaya hasil-hasil penelitian yang ada di perguruan tinggi ini bisa disalurkan ke dunia industri. Kami harus mulai mengembangkan kultur inovasi di negeri ini," kata Gumilar.

Profesor Yulianto Nugroho, peneliti bidang keselamatan kebakaran dan energi dari Fakultas Teknik UI, mengatakan, tawaran untuk meneliti di luar negeri memang terbuka. Yulianto mengaku mendapat tawaran itu dari universitas di Malaysia.

"Yang namanya head hunter dosen atau peneliti dari luar negeri itu ada. Namun, saya pikir jika kampus di Indonesia bisa memberikan kesejahteraan yang cukup dan kebebasan untuk mengembangkan penelitian, mengapa mesti pindah ke luar negeri. Sayangnya, ini belum banyak dirasakan peneliti di Indonesia," kata Yulianto.

Sumber: kompas.com