Kalimantan Timur Miliki 38 RSBI

2 September 2009 Berita Pendidikan


Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur menyatakan di daerah itu terdapat 38 rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI). Semua sekolah tersebut terus meningkatkan mutu guru serta dan prasarana dan sarana.

"Kami berusaha meningkatkan mutu pendidikan di RSBI yang secara perlahan akan menjadi sekolah berstandar internasional (SBI)," kata Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pendidikan Kalimantan Timur, Asli Nuryadin, akhir pekan lalu.

Dia mengutarakan kelak rintisan sekolah berstandar internasional yang tersebar itu akan menjadi sekolah berstandar internasional.

Ke-38 RSBI itu meliputi sembilan RSBI di jenjang SD, delapan SMP, 11 SMK, dan 10 SMA. RSBI tersebut dimaksudkan untuk mendongkrak mutu pendidikan sehingga mampu bersaing secara internasional.

Untuk meningkatkan rintisan sekolah berstandar internasional menjadi sekolah berstandar internasional, tutur dia, dinas terus meningkatkan jumlah dan kualifikasi guru minimal sarjana.

Cara yang ditempuh adalah dengan meningkatkan pendidikan para guru setiap tahun hingga berkualifikasi S1. Bahkan jumlah guru yang kuliah hingga S1 dan S2 setiap tahun mencapai ribuan orang.

Guru Minimal S2

"Kualifikasi guru tersebut sebagai salah satu syarat sertifikasi guru agar mendapat tunjangan dan kenaikan gaji. Tujuan sertifikasi itu antara lain selain untuk meningkatkan kesejahteraan guru, juga meningkatkan sumber daya manusia guru dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat," katanya.

Guru yang mengajar di rintisan sekolah berstandar internasional minimal harus S2. Selanjutnya, untuk staf pengajar SMA minimal 30 persen guru harus berpendidikan S2. Adapun untuk kepala SMA minimal harus berpendidikan S2.

"Selanjutnya, para pengajar atau guru di rintisan sekolah berstandar internasional minimal harus 70 persen sarjana. Hal itu kami maksudkan untuk mempercepat peningkatan kualitas cara mengajar dan kemampuan siswa menyerap pelajaran," katanya.

Dia menyatakan rinstisan sekolah berstandar internasional tidak hanya untuk mencerdaskan otak kanan siswa.

Namun juga untuk mengasah otak kiri, yakni untuk menerapkan akhlak, budi pekerti, etika moral, dan meningkatkan kemampuan dalam berkreasi serta berinovasi dalam kehidupan sehari-hari.

"Untuk menunjang kreativitas dan kecerdasan dalam berinovasi, rintisan sekolah berstandar internasional kami lengkapi dengan prasarana dan sarana penunjang, antara lain perpustakaan yang dilengkapi media digital, memiliki ruang seni budaya, dan ruangmulti media," katanya. (ant-53)

Sumber: Suaramerdeka.Com