Kalimantan Barat Belum Siap Terapkan Lima Hari Sekolah

9 Juli 2017 Berita Pendidikan


Alexius Akim, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat menyatakan daerahnya belum siap menerapkan kebijakan pendidikan berkarakter dengan pola belajar lima hari di sekolah sesuai Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017. Kalbar tidak mampu dari sisi anggaran, karena juga tidak ditunjang dari sisi fasilitas dan sarana prasarana. Belum lagi kesiapan masyarakat dan tenaga pendidik, satuan pendidikan sebagai pelaksanannya.

Permendikbud itu dimaksudkan mengkaji kembali penggunaan sistem yang baik agar bisa diterapkan di seluruh daerah. Pengkajiaan itu juga dilakukan dengan harapan penerapannya nanti bisa lebih lunak, baik itu kepada satuan pendidikan maupun peserta didik sebagai pelaksananya.

Alexius Akim mencontohkannya pada kebijakan sekolah lima hari, dalam kebijakan itu waktu belajar sehari sebanyak delapan jam. Di sisi lain guru dengan waktu mengajar delapan jam sehari maka sudah dianggap profesional. Dengan demikian guru akan memperoleh tunjangan tambahan. Dalam hal ini akan ada pernyataan, jika guru sudah delapan jam di sekolah maka dianggap profesional dan artinya memperbaiki tunjangan guru.

Lalu, tentang status kepegawaian mereka yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan itu. Ia mengatakan status itu harus jelas bagi guru yang memiliki waktu belajar di sekolah. Bagaimana status kepegawaian mereka dan artinya ada unsur dari Kemenpan atau KSN yang ikut terlibat.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)