Kadisdik: Tak Ada Tes Masuk SD di DKI!

30 Juni 2010 Berita Pendidikan


Jakarta, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menegaskan, tidak ada sekolah dasar di DKI Jakarta yang memberlakukan tes akademik sebagai prasyarat masuk sekolah dasar. Seleksi penerimaan siswa SD selama ini hanya didasarkan pada batasan usia calon siswa, bukan berdasarkan tes akademik.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (29/6/2010). Dia mengatakan, tes akademik dilakukan kalau dirasakan perlu oleh pihak sekolah.

"Tidak ada itu. Seleksi masuk hanya berdasarkan usia wajib belajar yaitu 7 (tahun) ke atas. Aturan mainnya, usia lebih tua lebih punya kesempatan sehingga ini adil untuk semua pihak," ujar Taufik.

Kalaupun ada, lanjut Taufik, tes yang diberikan pihak sekolah bukan berbentuk membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Seleksi tersebut menurut Taufik hanya untuk memetakan rata-rata kemampuan calon siswa yang masuk pada tahun ajaran baru.

"Dengan begitu, pihak sekolah juga bisa lebih mudah menentukan pendekatan pembelajaran yang dipersiapkan. Misalnya, ada pelajaran yang sudah tidak perlu lagi diajarkan di awal," ujar Taufik.

Seperti diberitakan sebelumnya, kendati ada larangan menyelenggarakan tes akademik bagi calon siswa SD, Kementerian Pendidikan Nasional RI (pemerintah) tidak bisa mengambil tindakan atau sanksi apa pun secara langsung terhadap sekolah yang memberlakukan tes tersebut kepada calon siswa.

Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendiknas RI Prof Suyanto kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa, mengatakan, tanggung jawab mengenai pemberian sanksi larangan itu ada pada dinas pendidikan pemerintah provinsi/kabupaten atau kota selaku pemangku kepentingan bagi satuan pendidikan di wilayah masing-masing.

Sumber: Kompas.com