Kadisdik Makassar Minta Kuota Siswa Baru dari Luar Daerah Dibatasi

30 Mei 2017 Berita Pendidikan


Mulai tahun ini PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tingkat SMA dan SMK ditangani Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ismunandar mengharapkan, Disdik Sulsel dalam menentukan kuota siswa baru SMA dan SMK di Makassar, lebih mengutamakan calon siswa yang berdomisili di Makassar. Jadi, kuota dari luar daerah lebih dibatasi. Setelah lulus di SMP, tentu mereka akan lanjut ke SMA. Kita berharap SMA/SMK di Makassar dibatasi kuota daerahnya sehingga siswa di Makassar dapat tertampung. Jangan sampai, siswa di Makassar harus keluar daerah mencari sekolah, karena tidak tertampung. Sedangkan orang dari luar daerah yang tertampung di kota.

Sementara untuk PPDB tingkat SD dan SMP lebih diperketat. Sekolah tidak boleh lagi menambah jumlah siswa di luar kuota yang ditentukan. Ismunandar mengatakan, disdik masih membahas petunjuk teknis penerimaan peserta didik baru (PPDB). Namun ada beberapa hal sudah dipastikan akan diterapkan. Salah satunya terkait pembagian kuota jumlah siswa baru. Acuan kuota per kelas, kita merujuk standar pelayanan pendidikan. Dalam standar layanan pendidikan, jumlah siswa per kelas untuk SD 32 siswa dan SMP 36 siswa.

Selain itu, salah satu peraturan yang diperketat adalah penerimaan murid baru di sekolah dasar. Juknis Disdik mensyaratkan calon murid SD minimal berusia tujuh tahun. Usia tersebut dianggap aman sudah mampu menjalani proses belajar mengajar. Kalau usia di bawah tujuh tahun, harus memiliki surat rekomendasi dari psikolog yang menunjukan jika anak tersebut sudah bisa ikut belajar.

Dia menambahkan, dari beberapa hasil penelitian kalangan psikolog, usia di bawah tujuh tahun kebanyakan belum sepenuhnya dapat menerima pelajaran. Anak terkesan dipaksa belajar seperti membaca dan menulis.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)