Jejaring Sosial Bantu Kontrol Penyebaran HIV

23 Desember 2010 Berita Pendidikan


Selain membantu untuk bertemu sahabat-sahabat di dunia maya, menurut penelitian terbaru, situs jejaring sosial ternyata juga mampu mengontrol penyebaran HIV dan infeksi menular lainnya di Los Angeles.

Dari hasil penelitian yang digelar Sean Young dari UCLA dan Eric Rice dari USC jejaring sosial berikut topik yang sedang hangat diperbincangkan memiliki potensi memengaruhi perilaku sosial seseorang.

Sebanyak 201 remaja California mengikuti survei ini. Mereka ditanyakan perihal penggunaan internet dan jejaring sosial, termasuk topik yang dibicarakan dan perilaku seksual mereka.

Sebagian besar (79 persen) partisipan menggunakan jejaring sosial seperti Facebook dan Myspace hampir setiap minggu. Biasanya, para remaja membicarakan video, pesta, seks, cinta, dan kehidupan sekolah.

Hasil survei itu menunjukkan dua hal. Di satu sisi, jejaring sosial digunakan untuk mencari pasangan yang berujung pada hubungan seks yang berisiko. Di sisi lain, jejaring sosial digunakan untuk menambahkan pengetahuan dan pencegahan HIV, terutama pada kaum tunawisma.

Young dan Rice pun menyimpulkan, "Penemuan kami ini mengemukakan bahwa jejaring sosial ternyata juga berpengaruh besar pada perilaku tunawisma. Perkembangan teknologi jejaring sosial berpotensi meningkatkan kesempatan seseorang untuk bertemu dengan pasangan seksual baru. Namun, di lain pihak, ternyata juga mampu mengurangi perilaku seksual yang berisiko. Teknologi ini pun menjadi sebuah jembatan komunikasi sekaligus informasi terbaru tentang bagaimana melindungi diri dari penyebaran virus HIV. Hasil studi ini telah dipublikasikan secara daring dalam jurnal AIDS and Behaviour edisi Desember 2010.

Sumber: mediaindonesia.com