Jawaban Ujian Nasional di NTB Ditemukan Seragam

13 April 2010 Berita Pendidikan


Tim pemindai lembar jawaban ujian nasional SMA/Madrasah Aliyah di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapati siswa-siswa di 210 sekolah jawabannya memiliki kesamaan. Artinya lembar jawaban 90-100 persen siswa satu sekolah memiliki kesamaan. Mereka tersebar di berbagai kota dan kabupaten se-NTB, 168 sekolah di pulau Lombok dan 42 sekolah.

Namun, Rektor Universitas Mataram Sunarpi menjelaskan bahwa dari hasil pemindaian yang dilakukan per sekolah tersebut belum bisa disimpulkan apakah itu hasil kecurangan. Hari ini hasil ujian itu dibawa ke Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta, kata dia kepada Tempo, Senin (12/4) siang.

Menurut Sunarpi, meskipun menemui kesamaan, Universitas Mataram yang bertindak sebagai penanggung jawab pengawasan ujian nasional SMA dan MA dan penanggung jawab tim pemantau independen untuk SMP/MTS/SMK dan SMA Luar Biasa, tidak menemukan adanya kebocoran soal dan tidak ada kecurangan di luar kewajaran. Ia menduga bisa saja terjadi SMS jawaban yang dihafal mati dan dipakai menjawab. Ada mata pelajaran sama tapi soal yang berbeda, jawabannya sama. Artinya mereka tidak melihat soal, ujar dia.

Temuannya adalah kesamaan jawaban terjadi di tiga sekolah di kota Mataram, sembilan sekolah di Kabupaten Lombok Utara, 25 sekolah di Kabupaten Lombok Barat, 41 sekolah di Kabupaten Lombok Tengah, 90 sekolah di Kabupaten Lombok Timur. Di Pulau Sumbawa, kesamaan terjadi di tiga sekolah di Kabupaten Sumbawa Barat, tiga sekolah di Kabupaten Sumbawa, lima sekolah di Kabupaten Dompu, tujuh sekolah di kota Bima, dan 24 sekolah di Kabupaten Bima.

Meskipun mendapati kesamaan lembar jawaban tersebut, Sunarpi belum mengetahui apakah jawaban itu benar atau salah. Sebab yang memegang kunci jawaban adalah BSNP. Nantinya yang memutuskan kelulusan mereka, kecurangan, dan pengulangan ujian dilakukan oleh BSNP.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB Lalu Syafii yang dikonfirmasi Tempo mengatakan kesamaan jawaban tersebut menunjukkan ada indikasi ketidakjujuran. Tapi yang boleh mengatakan jujur atau tidak, salah atau benar ya BSNP, ucap dia. Kalau ada indikasi ketidakjujuran pasti akan dilakukan ujian ulang.

SUPRIYANTO KHAFIDSumber: Tempointeraktif.Com