Berita Pendidikan
20 Agustus 2010

Jangan Bedakan BOS Kota dan Kabupaten

BANDUNG - Penggunaan data fiktif untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di daerah perdesaan lebih besar dibandingkan dengan perkotaan akibat adanya kesenjangan alokasi anggaran dana tersebut. Pemerintah pusat seharusnya mengubah alokasi BOS untuk mengacu pada standar pelayanan minimum (SPM) dan tidak membedakan antara kota dan kabupaten.

Hal itu disampaikan peneliti Bandung Institute of Governance Studies (BIGS) Alwin Khafidhoh saat Rembuk Pendidikan "Pengaruh Karakteristik Perkotaan dan Perdesaan Terhadap Efektivitas dan Efisiensi Dana BOS" di Bandung, Kamis (19/8). Alwin mengatakan, dirinya melakukan penelitian pada 15 sekolah di Kabupaten Bandung Barat dan 15 sekolah di Kota Bandung. Sekolah tersebut ada di tiga kecamatan yang ada di masing-masing kabupaten/kota tersebut.

Berdasarkan penelitiannya, Alwin menemukan item pemanfaatan BOS di KBB jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan Kota Bandung. Namun, jumlah nominal penggunaan dana BOS per item di KBB jauh lebih besar dibandingkan dengan Kota Bandung

Menurut Alwin, hal itu dipengaruhi karena adanya kesenjangan skema pendidikan antara dua daerah tersebut. Besar BOS pusat untuk sekolah di perdesaan berkisar Rp 397.000 per siswa untuk sekolah dasar (SD) dan Rp 570.000 per siswa untuk sekolah menengah pertama (SMP). Sementara di perkotaan jatah BOS Rp 400.000 per siswa untuk SD dan Rp 575.000 per siswa untuk SMP. (A-185/A-147)***

Sumber: pikiran-rakyat.com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Karir Iklan Baris