Jalur Mandiri Ditutup, PTN Bakal Tekor?

27 Januari 2011 Berita Pendidikan


SURABAYA - Institut teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Universitas Airlangga (Unair) tetap akan membuka jalur mandiri dalam dalam penerimaan mahasiswa baru. Namun, kuotanya akan menyesuaikan dengan PP Nomor 66 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi.

Jalur mandiri akan tetap dibuka di ITS, kuotanya sudah ditetapkan sebesar 25 persen. Jika jalur mandiri dihapuskan, ITS bisa defisit sekitar Rp 80 miliar, ujar Pembantu Rektor 1 ITS Arif Djunaidy, di Surabaya, Rabu (26/1).

Sebelumnya, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan Institut Teknologi Bandung (ITB) memutuskan untuk menghapus jalur mandiri dalam sistem penerimaan mahasiswa baru tidak akan diikuti sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di Surabaya.

Menurutnya, jumlah defisit tersebut bukan jumlah kecil bagi sebuah (PTN). Terlebih lagi jika harus mempertimbangkan gaji karyawan dan dosen. Inilah alasan jalur mandiri di ITS tetap dipertahankan. Meski begitu, kuotanya tetap tidak melebihi peraturan yang ditetapkan. Bahkan, kata dia, kuota penerimaan mahasiswa baru ITS melewati jalur seleksi nasional masih lebih tinggi dari pada ketetapan aturan pemerintah.

Sumber: republika.co.id