Jajaki Kerja Sama Kedokteran RI-China

29 Juni 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA, Dalam rangka memberi makna tersendiri pada Peringatan 60 tahun Hubungan Indonesia-China tahun ini, Chongqing Medical University (CQMU) China mengunjungi beberapa fakultas kedokteran di Indonesia dan menjajaki kemungkinan menjalin kerja sama.

"Pihak CQMU mengaku sangat antusias untuk bekerja sama dengan UI yang telah berusia lebih dari 100 tahun ini," ujar Samuel Wiyono, Ketua Pertukaran Mahasiswa dan Pengajar Beijing Language Culture Institute Indonesia (BLCI) di Jakarta, Senin (28/6/2010).

Seperti diberitakan sebelumnya, CQMU mengunjungi Indonesia untuk menjajaki kemungkinan kerja sama dengan beberapa fakultas kedokteran di Indonesia, seperti dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan. Pertemuan itu masih merupakan bagian dari Peringatan 60 Tahun Hubungan China-Indonesia yang digelar seusai diadakannya China Seminar Education 2010 di Mangga Dua Square, Jakarta, akhir pekan lalu.

Wiyono mengungkapkan, salah satu tujuan kedatangan CQMU ke Indonesia adalah mengundang FKUI dan fakultas kedokteran universitas lainnya untuk mengunjungi CQMU, baik untuk tujuan konferensi maupun kerja sama riset di bidang kedokteran barat. CQMU, kata Wiyono, yang memiliki 35 rumah sakit pengajaran dan aset lebih dari Rp 7 triliun itu, menawarkan pengiriman dokter ke CQMU untuk mendalami penyembuhan penyakit jantung.

"Akan dijajaki kemungkinan pengiriman dokter ke CQMU itu salah satunya untuk mendalami penyembuhan penyakit jantung," ujar Wiyono.

CQMU merupakan universitas Pemerintah China khusus bidang kedokteran barat. Didirikan pada 1956, universitas ini merupakan cabang dari Shanghai First Medical College yang sekarang menjadi Shanghai Medical College Fudan University. Saat ini, CQMU berada di Kota Chongqing yang berpenduduk 30 juta jiwa.

Wiyono menambahkan, universitas tersebut telah mendapat pengakuan dari Kementerian Pendidikan China (Chinese Ministry Education) dalam penyelenggaraan program sarjana kedokteran (S-1) menggunakan pengantar bahasa Inggris. Selain itu, CQMU juga telah terdaftar dalam ECFMG USA atau Komite Pendidikan Lulusan Kedokteran Luar Negeri Amerika dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dia melanjutkan, CQMU saat ini menduduki peringkat kedelapan terbaik universitas kedokteran independen dari sekitar 200 universitas kedokteran independen yang ada di China. Adapun pengertian universitas kedokteran independen adalah universitas yang semua fakultas, departemen, jurusan, dan gelarnya menawarkan bidang studi kedokteran atau berhubungan dengan dunia kedokteran.

"Jadi, bukan hanya sekadar fakultas kedokteran yang merupakan salah satu dari banyak fakultas yang menawarkan berbagai bidang studi dari sebuah universitas," ungkap Wiyono.

Selain FKUI dan FK Unhas, rombongan CQMU yang dipimpin langsung oleh rektornya, Prof Lei Han, juga mengunjungi FK Universitas YARSI Jakarta dan FK Unika Atma Jaya. Rombongan bertemu dengan Rektor Universitas YARSI Prof Abdul Salam dan Dekan FK YARSI Prof Qomariyah, serta bertemu Dekan FK Unika Atma Jaya d. Felicia Kurniawan.

Sumber: Kompas.com