Jadilah Entrepreneur Berbahasa Inggris!

25 Oktober 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA - Kemampuan bahasa Inggris sangat mendukung seseorang yang berniat mendalami kemampuan berwirausaha (entrepreneurship) di era go international saat ini. Kuncinya hanya percaya diri dan rajin berlatih menggunakan.

Demikian terungkap dalam sesi Social Club: Entrepreneurial Experience yang digelar Wall Street Institute (WSI) dan diikuti siswa-siswinya, Selasa (19/10/2010). Hadir di acara tersebut adalah pengusaha agro industri Elizabeth Ismail yang mengajak para siswa menggunakan keahlian bahasa Inggrisnya untuk berbincang dan berbagi pengetahuan dan pengalaman membangun bisnisnya.

"Kami sangat memahami bahwa saat ini menjadi pekerja bukanlah satu-satunya cara untuk meraih kesuksesan finansial seseorang. Untuk itu, penting bagi siswa kami untuk memiliki gambaran dan wawasan luas tentang cara membangun usaha sendiri," ujar Marketing Manager WSI Titi Wigati kepada Kompas.com.

Titi mengungkapkan, Social Club (SC) kali ini juga merupakan bagian dari program Student Entrepreneurial Xperience, yaitu rangkaian kegiatan yang bertujuan memotivasi para siswa untuk memiliki keberanian dan keahlian berwirausaha.

"Serta mendorong siswa semakin rajin belajar bahasa Inggris dan semakin berani untuk terbiasa menggunakannya," kata Titi.

Buku tabungan
Student Entrepreneurial Xperience itu sendiri, lanjut dia, dimulai sejak Augustus lalu. Para peserta adalah semua siswa di empat cabang WSI, yaitu Ratu Plaza, Pondok Indah, La Piaza, serta Central Park.

"Syarat untuk mengikutinya, siswa harus sudah menyelesaikan satu level bahasa Inggris yang dipelajari di sini dalam waktu tiga bulan," kata Tiwi.

Untuk lebih mudah memonitor aktivitas siswa mengikuti kegiatan tersebut, lanjut dia, pihaknya membuat semacam buku tabungan yang digunakan untuk mencatat poin yang diberi nama Bao Ling Bank Book. Nama tersebut terinspirasi dari salah satu tokoh pengusaha wanita yang ada dalam materi belajar di WSI.

Buku tabungan poin tersebut, menurut Tiwi, seperti passport bagi siswa untuk mengikuti kegiatan Student Entrepreneurial Xperience. Untuk mengisi saldo dalam buku ini, para siswa harus mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran seperti encounter class, complimentary class, social club dan the village.

"Masing-masing kegiatan ini memiliki nilai, semakin sering mengikuti kegiatan tersebut maka semakin banyak nilai yang dapat diraih siswa hingga mencapai saldo tertinggi sebesar 2010 dollar AS," ujarnya.

Selanjutnya, dari seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini akan diseleksi hingga seratus peserta yang memiliki modal tertinggi untuk mengikuti putaran berikutnya. Seratus peserta terpilih itu kemudian akan melakukan personal interview dengan para pengusaha.

"Kemudian hasil interview itu harus mereka tuangkan dalam bentuk tulisan dan diserahkan ke panitia dalam jangka waktu seminggu. Dari sinilah akan terseleksi 24 siswa terbaik dalam kegiatan ini untuk tampil di Market Fair WSI pada November nanti," terang Tiwi.

"Intinya, bahasa Inggris dan keahlian wirausaha menjadi dua hal yang saling mendukung, khususnya untuk public speaking, siswa menjadi berani dan terbiasa," tambahnya.

Sumber: kompas.com