ITS Tambah Enam Mahasiswa Asia-Afrika

26 Oktober 2009 Berita Pendidikan


SURABAYA-Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, kini menambah enam mahasiswa dari lima negara berkembang di Asia dan Afrika dari program beasiswa Kerjasama Negara Berkembang (KNB). "ITS selalu memberikan peluang bagi mahasiswa dari negara berkembang yang ingin melanjutkan studi," kata Ketua International Office (IO) ITS, I Ketut Buda Artana, Jumat (23/10).

Menurut dia, penerimaan mahasiswa asing itu bertujuan meningkatkan kerja sama antaruniversitas dari berbagai negara, sekaligus pengenalan budaya Indonesia melalui dunia pendidikan. "Akhir Oktober, keenam mahasiswa asing itu dipastikan sudah tiba di kampus ITS. Mereka berasal dari Lesotho, Ethiopia, Bangladesh, Pakistan, dan Thailand," tuturnya.

Oleh karena itu, ITS telah menyiapkan berbagai program untuk membantu mahasiswa internasional tersebut selama menempuh pendidikan di ITS. "Tentunya, mereka memerlukan proses penyesuaian dengan lingkungan yang baru. Kami sudah menyiapkan program orientasi kepada mahasiswa internasional itu," kata Buda Artana.

Berbagai program yang disiapkan untuk mereka, kata dosen Teknik Sistem Perkapalan itu, antara lain pengenalan tentang ITS dan pengenalan kota Surabaya. "Setelah itu, delapan bulan pertama, kami mengharuskan kepada mahasiswa internasional untuk mengikuti kelas bahasa Indonesia terlebih dulu, kemudian matrikulasi selama empat bulan," papar Buda Artana lagi.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa internasional adalah "duta promosi" ITS ke negara-negara sahabat. "Hal itu terbukti dengan semakin banyaknya hasil kerja sama yang telah dilakukan ITS dengan beberapa negara di Asia-Afrika," imbuh dia.

Ia mencontohkan untuk tahun ini saja, ITS telah berhasil menandatangani 36 MOU dengan beberapa negara di Asia, 34 MOU dengan negara di Eropa, dan empat MOU dengan negara di Afrika. "Misalnya, mahasiswa asal Sudan yang dipelopori oleh KBRI Indonesia di Khartoum pada dua tahun lalu telah menghasilkan jalinan kerja sama antara ITS dengan empat PTN di Sudan," ungkap Buda Artana.

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, ITS kerap kali dimintai bantuan oleh beberapa negara sahabat, terutama dari negara-negara Afrika, untuk turut mengembangkan pendidikan di sana, terutama engineering, marine technology.

Sumber: Republika Online

var NetworkID = 1; var AdSpotID = "366860";